Pembinaan atlet di tingkat klub menjadi fokus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Balikpapan, untuk mendulang regenerasi atlet berprestasi. Salah satunya ikut berpartisipasi dalam turnamen Bayan Open 2026.
Ketua Harian Pengkot PBSI Balikpapan, Soegianto, menyampaikan saat ini terdapat 12 klub bulutangkis yang aktif di Balikpapan. Setiap klub ditargetkan mampu memboyong medali emas atau perak dalam kompetisi.
"Targetnya kan saya sampaikan ke teman-teman pengurus klub itu, minimal harus ada yang mendapatkan emas atau perak," ujar Soegianto, Senin (24/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berpartisipasinya atlet daerah dalam Bayan Open 2026 juga menjadi bagian dari proses pembinaan. Ajang tersebut diikuti sekitar 1.292 atlet dari 137 klub, dengan peserta terbanyak berasal dari Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan.
Sebagai tuan rumah, PBSI Kota Balikpapan akan terus bergandengan tangan dengan Bayan dalam penyelenggaraan turnamen bulutangkis. Hal ini menjadi jembatan dalam melahirkan atlet berprestasi dari daerah.
"Kami terus mendukung kegiatan-kegiatan olahraga bulutangkis maupun kejuaraan-kejuaraan yang ada di Kota Balikpapan. Ini menjadi upaya untuk melahirkan regenerasi atlet berprestasi," kata Soegianto.
Keberadaan klub bulutangkis terus berkembang dan bersaing di berbagai kejuaraan. Seperti PB Hevindo dan PB Terpadu Balikpapan menjadi dua klub yang selama ini aktif. Kemudian klub Cahaya Indonesia yang baru tampak dan diharapkan ikut memperkuat pembinaan bulutangkis di Balikpapan.
"Harapannya klub-klub yang ada di Balikpapan ini terus meningkat," ucapnya.
Letak geografis Balikpapan juga turut mendukung tingginya antusiasme peserta mengikuti kejuaraan. Sejumlah penerbangan langsung dari kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar memudahkan peserta dari luar daerah untuk datang.
"Balikpapan sebagai tuan rumah adalah area yang mudah dijangkau karena penerbangan dari mana pun ke Kota Balikpapan selalu ada. Dari Jakarta maupun Surabaya maupun Makassar itu ada," pungkasnya.
