Pebulutangkis tunggal putra asal Kota Pontianak, Nataka Alif Alfaqih, mengawali kiprahnya di Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan kemenangan. Tampil di kota kelahirannya, Nataka menumbangkan wakil Amerika Serikat dalam dua gim langsung.
Nataka mengalahkan pebulutangkis Amerika Serikat dengan skor 21-19, 21-16 pada babak kualifikasi di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Selasa (25/8/2026).
Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Nataka. Bukan hanya karena lawan yang dihadapi berasal dari luar negeri, tetapi juga karena dia mendapat kesempatan tampil di turnamen berlevel internasional di kota kelahirannya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nataka mengaku sempat tak percaya bisa merasakan atmosfer pertandingan internasional di Pontianak.
"Perasaan saya sedikit kaget dan tidak menyangka bisa main di kelas internasional di Pontianak sebagai tuan rumah. Saya pun senang bisa main hari ini," ujar Nataka usai pertandingan.
Menghadapi wakil Amerika Serikat, Nataka mengaku mengandalkan permainan konsisten dan fokus. Dia berusaha menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan sekaligus menekan lawan agar tidak leluasa mengembangkan permainan.
"Saya bermain dengan konsisten, fokus, dan pantang menyerah. Tadi saya menjaga semangat, konsisten, dan tetap fokus dalam pertandingan ini," katanya.
Strategi tersebut berjalan cukup baik. Nataka mampu mengamankan dua gim sekaligus dan memastikan langkahnya berlanjut di turnamen yang masuk kalender Badminton World Federation (BWF) tersebut.
Namun, Nataka tidak ingin terlena dengan kemenangan tersebut. Dia menyadari pertandingan berikutnya justru akan menghadirkan tantangan berbeda.
"Lawan-lawan berikutnya yang berat berasal dari negara kita sendiri, Indonesia," ujarnya.
Nataka juga langsung mengevaluasi penampilannya. Salah satu pekerjaan rumah yang ingin diperbaiki adalah mengurangi kesalahan sendiri. Dia menyadari pertandingan di level internasional membutuhkan konsistensi dan konsentrasi tinggi karena sedikit kesalahan bisa mengubah jalannya pertandingan.
"Yang menjadi evaluasi saya untuk pertandingan ke depan, saya harus pantang menyerah, bermain fokus, konsisten, dan tidak banyak mati sendiri," tegasnya.
Kesempatan tampil di Pontianak International Challenge 2026 menjadi pengalaman penting bagi Nataka. Selain berhadapan dengan pemain dari berbagai negara, dia juga mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan di depan publik kota kelahirannya.
Kemenangan atas wakil Amerika Serikat menjadi modal awal Nataka untuk melangkah lebih jauh sekaligus mengejar pengalaman dan prestasi di level internasional.
