Samarinda Siap Modifikasi Cuaca, Penyemaian Garam Terkendala Gumpalan Awan

Kalimantan Timur

Samarinda Siap Modifikasi Cuaca, Penyemaian Garam Terkendala Gumpalan Awan

Riani Rahayu - detikKalimantan
Sabtu, 29 Agu 2026 15:25 WIB
deretan awan panca roba musim panas ke musih hujan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi awan. Foto: dikhy sasra
Samarinda -

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), telah menyiapkan anggaran untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di tengah kemarau panjang. Namun, rencana penyemaian garam untuk memicu hujan belum dapat dilakukan lantaran gumpalan awan di Samarinda belum mencukupi.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan pihaknya telah berkomunikasi secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga TNI Angkatan Udara dalam dua hari terakhir. Komunikasi dilakukan untuk melihat kemungkinan modifikasi cuaca dapat dilakukan di Kota Tepian.

"Sebenarnya upaya kita juga kemarin dua hari terakhir kami melakukan kontak secara sangat intens, baik melalui BNPB maupun Angkatan Udara untuk kita lihat kemungkinan bisa dilakukannya modifikasi cuaca di Kota Samarinda," ujar Andi Harun kepada detikKalimantan, Sabtu (29/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi mengatakan Pemkot sebenarnya telah siap dari sisi anggaran untuk pelaksanaan modifikasi cuaca. Hanya saja, kondisi atmosfer belum mendukung lantaran volume awan yang tersedia belum memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.

"Gumpalan awan kita tidak cukup, sehingga tidak cukup untuk dilakukan penyemaian garam. Sehingga kita belum bisa melakukannya. Padahal anggaran kita sudah siap," katanya.

Kondisi awan di wilayah Samarinda kini terus dipantau untuk melihat peluang dilakukannya modifikasi cuaca. Andi menyebut pemantauan dilakukan setiap hari agar penyemaian dapat segera dilakukan ketika kondisi awan memungkinkan.

"Begitu nanti di Samarinda bisa kita lakukan modifikasi cuaca, kita sudah siapkan anggarannya," tegasnya.

Andi juga mengungkapkan terdapat kemungkinan pelaksanaan modifikasi cuaca yang dilakukan di Kabupaten Berau dapat diarahkan menuju Samarinda. Namun, hal tersebut tetap bergantung pada kondisi awan yang tersedia.

"Beliau akan lihat nanti kalau di Berau bisa, maka itu kemungkinan bisa bergeser ke sini, diarahkan ke sini juga. Tiap hari kita laksanakan," jelasnya.

Upaya modifikasi cuaca disiapkan di tengah kemarau panjang yang terjadi di Samarinda. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Selain melalui modifikasi cuaca, Pemkot Samarinda turut melakukan ikhtiar dengan mengajak masyarakat berdoa meminta hujan. Sebanyak 435 orang dari unsur TNI, Polri hingga masyarakat sebelumnya mengikuti Salat Istisqa di Lapangan Makorem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Sabtu pagi.

"Seperti tadi bersama Komandan Korem, kiai, ustaz kita tadi. Ayo kita terlibat semuanya supaya masalah ini kita segera dapat solusinya," ungkap Andi.

Pemkot Samarinda sebelumnya juga telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 14 hari. Status tersebut berlaku sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026 dan akan kembali dievaluasi sesuai kondisi kekeringan di Samarinda.

"Kita di Kota Samarinda khususnya, telah menetapkan situasi darurat kekeringan selama 14 hari. Nanti 14 hari ke depan kita akan evaluasi lagi," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Percepat Distribusi Logistik, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Sumatera"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads