Kabut Asap Buat Penjualan Masker di Pontianak Tembus 500 Box Sehari

Kalimantan Barat

Kabut Asap Buat Penjualan Masker di Pontianak Tembus 500 Box Sehari

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 28 Agu 2026 19:00 WIB
Potret Kota Pontianak, Kalimantan Barat diselimuti kabut asap. (Ocsya Ade CP)
Foto: Potret Kota Pontianak, Kalimantan Barat diselimuti kabut asap. (Ocsya Ade CP)
Pontianak -

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum kunjung membaik berdampak pada permintaan masker di Kota Pontianak. Penjualan masker di sejumlah apotek disebut melonjak hingga tiga kali lipat.

Seperto diceritakan pemilik Apotek Agung Kalimantan Barat, Sukamto. Ia mengatakan, peningkatan permintaan masker sudah terjadi sejak sekitar dua pekan terakhir. Khusus apotek yang berada di Kota Pontianak, penjualan bisa mencapai 500 box masker per hari.

"Peningkatan penjualan masker sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Terutama Apotek Agung yang ada di Pontianak, sehari bisa terjual 500 box. Permintaan ini merata di Apotek Agung yang tersebar di Pontianak," ungkap Sukamto kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dibandingkan kondisi normal, penjualan masker saat ini meningkat hingga tiga kali lipat. Lonjakan permintaan terjadi seiring memburuknya kualitas udara akibat karhutla yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Potret Kota Pontianak, Kalimantan Barat diselimuti kabut asap. (Ocsya Ade CP)Potret Kota Pontianak, Kalimantan Barat diselimuti kabut asap. (Ocsya Ade CP)

Sukamto mengatakan, tingginya permintaan membuat stok masker di apotek semakin menipis. Namun menurutnya, masyarakat tidak perlu panik karena pasokan baru dari Jakarta masih dalam perjalanan.

"Intinya alur pengiriman barang dari jalur laut tidak terdampak. Kalau terdampak juga ini yang kita khawatirkan," katanya.

Sukamto mengungkap pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan menjaga ketersediaan stok masker dan oksigen. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi kemungkinan kondisi udara buruk yang masih berlangsung hingga September. Untuk penjualan oksigen, Sukamto menyebut sejauh ini belum terjadi peningkatan signifikan.

"Untuk oksigen sejauh ini belum terdapat peningkatan signifikan," ujarnya.

Sukamto juga mengaku mendapat informasi mengenai peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bulan ini. Kondisi tersebut membuat dia mengimbau masyarakat lebih memperhatikan perlindungan diri ketika beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker, menurutnya, penting terutama ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.

"Untuk anak-anak, ibu menyusui, lansia serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma, untuk dapat menjaga kondisi tubuhnya. Hindari keluar rumah tanpa menggunakan masker," katanya.

Dia berharap kondisi udara di Pontianak dan sejumlah wilayah Kalbar segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Sukamto juga berharap masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan menggunakan masker sesuai kebutuhan untuk melindungi kesehatan.

"Pergunakan buat kesehatan," pungkasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekan ini masih relatif stabil, meski kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko mengatakan berdasar laporan yang masuk pada Senin pekan ini, tercatat sekitar 219 kasus ISPA. Jumlah tersebut masih berada pada kisaran yang sama dibandingkan pekan sebelumnya.

"Untuk minggu ini, laporan yang masuk di hari Senin masih sekitar 200-an, sekitar 219. Jadi relatif sama dengan kasus minggu kemarin," ujar Saptiko.



(aau/aau)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads