Comeback Apik Chiara Usai 8 Bulan Pemulihan

Comeback Apik Chiara Usai 8 Bulan Pemulihan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 26 Agu 2026 21:47 WIB
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Chiara Marvella Handoyo
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Chiara Marvella Handoyo/Foto: Istimewa
Pontianak -

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Chiara Marvella Handoyo, menandai comeback setelah delapan bulan absen dengan kemenangan di Polytron Pontianak International Challenge 2026. Chiara mengalahkan wakil India, Naishaa Kaur Bhatoye, pada babak 64 besar (R-64) di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026).

Chiara menang dua gim langsung 21-12 dan 21-16. Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Chiara. Sebab, laga ini menjadi penampilan kompetitif pertamanya setelah delapan bulan menepi untuk menjalani pemulihan.

"Puji Tuhan senang bisa kembali bertanding setelah delapan bulan absen untuk pemulihan. Sempat ragu juga bisa balik, tapi saya di sini sekarang dan berharap semoga selalu dijauhkan dari cedera sampai selesai," kata Chiara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski selama menjalani pemulihan tetap berlatih, Chiara mengaku atmosfer pertandingan membuatnya sempat tegang. Menurutnya, sensasi bertanding di turnamen berbeda dengan rutinitas latihan sehari-hari. Kondisi itu membuat beberapa pukulannya belum maksimal.

"Masuk lapangan rasanya tegang banget pastinya, sudah lama tidak merasakan suasana pertandingan. Walau setiap hari saya berlatih, tapi tetap beda atmosfernya," ujarnya.

"Jadi tadi banyak pukulan yang ragu-ragu," sambung Chiara.

Beruntung, Chiara mendapat dukungan penuh dari sang pelatih sepanjang pertandingan. Sang pelatih terus mengingatkan agar dirinya tetap percaya pada pola permainan yang sudah dipersiapkan.

"Pelatih saya terus menenangkan, menyemangati dan meyakinkan kalau pola permainan yang saya terapkan sudah baik," katanya.

Kembali ke lapangan setelah melewati masa pemulihan panjang bukan perkara mudah bagi Chiara. Keraguan mengenai kondisi fisik dan kemampuannya untuk kembali bertanding sempat muncul.

Namun, dukungan orang tua serta keyakinannya menjadi modal penting untuk melewati masa tersebut hingga akhirnya kembali tampil di turnamen internasional. "Dukungan orang tua dan berserah pada Tuhan menjadi kunci kekuatan saya untuk bisa kembali ke turnamen," tuturnya.

Kemenangan atas Naishaa menjadi modal awal Chiara untuk kembali membangun kepercayaan diri sekaligus menjaga kondisi fisiknya di tengah persaingan Polytron Pontianak International Challenge 2026.



(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads