Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Bismo Raya Oktora harus melewati pertandingan tiga gim untuk menyingkirkan wakil India, Dhruv Negi, pada Polytron Pontianak International Challenge 2026. Bismo yang berstatus unggulan ketiga menang dengan skor 21-14, 14-21, 21-11 dalam laga babak 64 besar (R-64) di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (25/8) malam.
Bismo sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup meyakinkan. Namun, performanya menurun drastis pada gim kedua. Ia mengaku kehilangan fokus dan mulai tegang saat menghadapi perubahan kondisi lapangan.
"Syukur alhamdulillah karena sudah diberi main yang sangat maksimal dan tidak ada cedera. Hanya memang ada kesalahan di gim kedua, saya tiba-tiba hilang fokus dan tegang," kata Bismo seusai pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan sisi lapangan juga menjadi salah satu faktor yang membuat permainannya terganggu. Bismo mengaku terlalu terburu-buru saat menghadapi kondisi angin.
"Sisi lapangan juga berbeda karena kalah angin jadi terburu-buru," ujarnya.
Memasuki gim penentuan, Bismo berusaha mengembalikan fokus. Dukungan dan arahan pelatih membantunya kembali ke pola permainan awal.
"Di gim ketiga diyakinkan lagi oleh pelatih dan bisa kembali ke ritme awal," tutur Bismo.
Terbantu Dukungan Penonton Pontianak
Selain kemenangan, Bismo mengaku menikmati atmosfer pertandingan di kota kelahirannya. Dukungan penonton yang memenuhi arena membuatnya semakin bersemangat.
"Senang sekali bisa main di Pontianak, atmosfernya sangat seru. Tadi juga ramai yang menonton dan mendukung," katanya.
Bismo menilai persiapannya menuju turnamen sudah cukup matang. Ia menyebut telah menjalani persiapan selama sekitar dua bulan. Kini, hal yang menjadi perhatian utama adalah menjaga mental dan meningkatkan kepercayaan diri saat bertanding.
"Secara persiapan sudah sangat baik selama dua bulan kemarin. Tinggal mental dan kepercayaan diri saja ditambah lagi setiap pertandingan," pungkasnya.
