Walau Kemarau Masih Kencang, Drainase Kobar Tak Boleh 'Mati'

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 25 Agu 2026 13:52 WIB
Petugas membersihkan saluran drainase di Kobar yang masih ada airnya/Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Saat hujan menjadi sesuatu yang dinanti, setiap tetes air yang masih mengalir menjadi berharga. Di tengah kemarau yang semakin terasa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pemkab justru memastikan saluran drainase tetap berfungsi optimal.

Bukan hanya untuk mengantisipasi genangan ketika hujan turun, drainase yang bersih juga dibutuhkan agar air yang masih tersedia tidak berhenti atau terbuang sia-sia. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kobar melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) terus melakukan pemeliharaan di sejumlah saluran. Sampah, lumpur, sedimentasi hingga tumbuhan liar yang menghambat aliran dibersihkan secara berkala. Kepala DPUPR Kobar Suryadi mengatakan fungsi drainase tidak berhenti hanya karena musim hujan telah berlalu.

"Drainase jangan hanya dilihat manfaatnya ketika banjir. Saat kemarau seperti sekarang, air yang masih ada juga harus kita jaga agar bisa mengalir dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta tanaman," kata Suryadi, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, saluran yang tersumbat dapat menimbulkan persoalan ganda. Ketika hujan datang, aliran air tidak lancar dan berpotensi memicu genangan. Sebaliknya, pada musim kemarau, air yang sebenarnya masih dapat mengalir justru tertahan akibat kondisi saluran yang tidak terawat.

Salah satu pemeliharaan dilakukan Satgas SDA di sekitar Jalan Musang. Petugas membersihkan saluran sepanjang sekitar 15 meter dengan lebar satu meter.

"Material yang menghambat aliran langsung diangkat, mulai dari sampah, lumpur, endapan hingga tumbuhan liar. Setelah dibersihkan, kapasitas saluran diharapkan kembali optimal sehingga aliran air dapat bergerak lebih lancar," katanya.

Suryadi menegaskan pemeliharaan tersebut bukan sekadar rutinitas. Ada manfaat yang ingin dipastikan tetap berjalan, terutama ketika kondisi cuaca semakin kering dan ketersediaan air menjadi semakin terbatas.

"Yang kita jaga bukan hanya salurannya, tetapi manfaatnya untuk masyarakat. Kalau saluran bersih, air bisa mengalir. Saat hujan dapat mengurangi genangan, sementara ketika kemarau air yang masih tersedia tidak terhambat dan bisa dimanfaatkan untuk lingkungan," ujarnya.

Namun, upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Kebiasaan membuang sampah ke saluran dapat mempercepat penyumbatan dan mengurangi kemampuan drainase mengalirkan air.

"Karena itu, masyarakat diminta ikut menjaga saluran di lingkungan masing-masing dengan tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah," ujarnya.

DPUPR Kobar pun akan terus memantau titik-titik drainase yang membutuhkan penanganan. Di tengah kemarau, saluran air yang bersih menjadi bagian kecil dari upaya menjaga sumber daya yang semakin berharga.

Sebab ketika air semakin sulit ditemukan, menjaga jalurnya tetap terbuka bukan lagi sekadar soal drainase-tetapi juga soal memastikan setiap aliran yang tersisa tetap membawa manfaat.



Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"

(sun/aau)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork