KJRI: Asap Dampak Karhutla Kalimantan Cemari Kualitas Udara di Sarawak

Kalimantan Barat

KJRI: Asap Dampak Karhutla Kalimantan Cemari Kualitas Udara di Sarawak

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Sabtu, 22 Agu 2026 15:35 WIB
Pemadaman karhutla di Kendawangan, Ketapang. (dok Humas Polres Ketapang)
Foto: Pemadaman karhutla di Kendawangan, Ketapang. (dok Humas Polres Ketapang)
Sambas -

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak hingga ke Sarawak, Malaysia. Bahkan, kualitas udara di Kuching dalam beberapa hari terakhir sempat masuk level berbahaya.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Abdullah Zulkifli mengatakan, dampak kabut asap paling terasa dalam tiga hari terakhir.

"Terutama tiga hari terakhir ini, Kuching sebagai ibu kota Sarawak yang lokasinya di ujung utara Pulau Kalimantan sudah terdampak," kata Abdullah saat mendatangi kegiatan di Temajuk, Sambas, Jumat (21/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Abdullah, kabut asap yang menyelimuti Sarawak tidak hanya berasal dari wilayah Malaysia. Asap dari kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalbar dan Kalimantan Tengah (Kalteng), turut terbawa hingga ke negeri jiran.

Dia menyebut akumulasi asap mulai semakin terasa dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut bahkan membuat indeks pencemaran udara atau Air Pollution Index (API) di Kuching menembus angka di atas 200.

"Akumulasi asap itu baru terasa memang dua tiga hari terakhir ini. Mencapai level polusi indeksnya di atas 200 itu sangat membahayakan," katanya.

Di sisi lain, Abdullah menyebut Sarawak juga memiliki sejumlah titik api. Beberapa di antaranya berada di wilayah Lundu dan Serian.

"Di Sarawak juga ada beberapa titik api, seperti di Lundu, wilayah dekat sini, kemudian wilayah Serian," ujarnya.

Abdullah menilai Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menangani karhutla sejak Juni 2026. Penanganan dilakukan dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah.

"Upaya menangani karhutla ini sudah sejak bulan Juni sudah dilakukan, di mana Menko Polkam menjadi koordinator penanganan karhutla," ujar dia.

"Early detection, pendeteksi dini, penanganan awal, kemudian upaya pemadaman juga terus dilakukan," sambungnya.

Namun, Abdullah menilai tantangan karhutla masih besar. Berdasarkan data yang diterimanya, masih terdapat ratusan titik api di Pulau Kalimantan.

"Hanya kemarin tercatat masih terdapat 700 titik api di Kalimantan," pungkasnya.



(aau/aau)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads