Peredaran narkotika terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Badan Narkotika Nasional (BNN) mewaspadai modus baru sindikat yang menyasar pengguna rokok elektrik atau vape dengan menawarkan narkotika dalam bentuk cair.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto saat menghadiri Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba bersama Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) di Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).
Suyudi mengungkapkan, masyarakat selama ini lebih familiar dengan narkotika berbentuk serbuk, pil maupun tanaman. Namun, perkembangan modus kejahatan membuat zat terlarang kini dapat ditemukan dalam bentuk cair dan digunakan melalui perangkat vape.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu kita mengenal narkotika jenis serbuk, pil, atau tanaman. Tapi sekarang narkotika juga berwujud cair. Bandar semakin lihai, strategi marketing mereka semakin pintar," tegas Suyudi.
Menurutnya, jaringan peredaran narkotika juga tidak lagi bergantung pada pola transaksi secara langsung. Sindikat memanfaatkan perkembangan teknologi dan sistem distribusi modern untuk memperluas pasar.
"Mulai dari rokok elektrik, pasar gelap internet atau dark web, hingga jalur logistik dan kargo kini menjadi bagian dari pola yang perlu diwaspadai," kata dia.
Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena kelompok usia muda, khususnya 15 hingga 24 tahun, menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar penyalahgunaan narkotika. "Secara nasional, prevalensi penyalahgunaan narkotika disebut mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa," ujarnya.
Suyudi menegaskan, perubahan pola peredaran narkotika harus diimbangi dengan strategi pemberantasan yang juga semakin adaptif. BNN mengedepankan tiga pendekatan, yakni hard power, soft power, dan smart power.
Hard power diarahkan pada penindakan terhadap jaringan dan bandar narkotika. Sementara soft power dilakukan melalui edukasi dan rehabilitasi. Adapun smart power mengandalkan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi serta mengungkap kejahatan narkotika.
"Ketiga pendekatan ini harus berjalan bersama untuk menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang," ujarnya.
Selain penindakan, BNN juga memperkuat pencegahan dari lingkungan paling dasar melalui program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak).
Program tersebut diarahkan untuk membangun ketahanan generasi muda sejak dini dengan melibatkan keluarga, lingkungan desa hingga pemerintah kabupaten dan kota.
Suyudi menekankan, perang terhadap narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Perubahan modus yang semakin beragam membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergi pemerintah, aparat, keluarga dan masyarakat menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak sindikat, terutama ketika narkotika mulai menyasar ruang-ruang baru melalui teknologi dan perangkat yang dekat dengan kehidupan anak muda.
"Perang melawan narkoba membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Jangan sampai perubahan modus peredaran membuat masyarakat lengah," terangnya.
Agustiar Sabran: Jangan Beri Celah Narkoba di Bumi Tambun Bungai
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat menghadiri Gebyar Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) di Palangka Raya, Kamis (20/8/2026)/ Foto: Istimewa |
Perang melawan narkotika di Kalimantan Tengah tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan aparat penegak hukum. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyerukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk menutup setiap celah masuknya narkoba ke Bumi Tambun Bungai.
Seruan tersebut disampaikan Agustiar saat menghadiri Gebyar Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) di Palangka Raya, Kamis (20/8/2026). Menurut Agustiar, pemberantasan narkotika merupakan pekerjaan bersama. BNN dan kepolisian memiliki peran penting dalam penindakan, namun upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan pemerintah daerah, keluarga, sekolah hingga masyarakat.
"Persoalan narkoba tidak akan pernah selesai kalau hanya BNN saja yang bergerak, kalau hanya polisi yang bergerak. Perlu kerja sama kita semua. Tidak boleh ada ruang untuk narkoba di Bumi Tambun Bungai," tegasnya.
Ia menilai perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi salah satu fokus utama. Sebab, narkotika tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi penerus dan memicu berbagai persoalan sosial.
"Narkoba merusak kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang, melumpuhkan generasi muda, meningkatkan tindakan kriminal, dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar," ujarnya.
Agustiar menyebut perjuangan melawan narkoba kini harus mengusung semangat War on Drugs for Humanity, yakni perang melawan narkotika yang tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Menurutnya, pendekatan kemanusiaan juga penting, terutama dalam memberikan dukungan kepada korban penyalahgunaan narkotika agar dapat menjalani pemulihan dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.
Di sisi lain, Agustiar mengapresiasi dukungan pemerintah kabupaten di Kalteng terhadap penguatan kelembagaan BNN. Dukungan tersebut ditandai dengan Berita Acara Serah Terima Hibah sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
"Dukungan ini merupakan wujud komitmen untuk mendukung penguatan kelembagaan BNN di Kalteng, untuk pelayanan P4GN yang lebih dekat, cepat, dan optimal bagi masyarakat," katanya.
Agustiar juga memberikan apresiasi kepada para bupati yang dinilai telah menunjukkan keseriusan dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Ia meminta sinergi antara pemerintah daerah, BNN, kepolisian, keluarga, sekolah, komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, mahasiswa hingga media terus diperkuat.
"Kita harus bergandengan tangan dan bersinergi dalam upaya P4GN di Bumi Tambun Bungai. Mari kita bersatu, perang melawan narkoba," ajaknya.
Agustiar menegaskan benteng pertama untuk mencegah penyalahgunaan narkotika harus dibangun dari lingkungan terdekat. Keluarga dan sekolah menjadi fondasi penting sebelum diperkuat oleh komunitas dan lingkungan masyarakat.
Dengan lingkungan yang aman dan bebas narkoba, ia berharap anak-anak dan generasi muda Kalteng dapat tumbuh tanpa ancaman narkotika, serta memiliki ruang untuk belajar, berkarya, berprestasi dan mengejar masa depan yang lebih baik.
Simak Video "Bangun Generasi Tangguh, BNN Gelar Kuliah Umum di Universitas Majalengka"
[Gambas:Video 20detik] (sun/des)

