Ada yang berbeda dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Warga, relawan pemadam kebakaran hingga BPBD mengibarkan Merah Putih di atas lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upacara digelar di Desa Limbong, Kecamatan Sungai Raya, Senin (17/8/2026). Sekitar 150 orang dari berbagai unsur mengikuti upacara tersebut.
Lokasi bekas karhutla dipilih bukan sekadar sebagai tempat pelaksanaan upacara. Ada pesan yang ingin disampaikan: perjuangan menjaga Indonesia tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah mengatakan, momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk mengajak generasi muda ikut menjaga lingkungan.
"Tentunya ada pesan yang ingin kami sampaikan kepada generasi muda untuk bisa mempertahankan dan peduli terhadap lingkungan sekitar," kata Juliansyah.
Menurut dia, kondisi kemarau membuat lahan semakin rentan terbakar. Karena itu, semangat perjuangan para pahlawan perlu diterjemahkan dalam bentuk lain, salah satunya menjaga alam dari ancaman karhutla.
"Bagaimana kita menghadirkan semangat kemerdekaan itu untuk generasi muda, para relawan pemadam kebakaran, BPBD, dan lainnya, untuk peduli terhadap lingkungan dan melestarikannya," ujarnya.
Kepala BPBD Kubu Raya Harianto mengapresiasi pemilihan lokasi upacara tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi suntikan semangat bagi para relawan dan petugas yang masih berjibaku menangani karhutla. Harianto menegaskan perjuangan menghadapi karhutla masih jauh dari selesai.
"Perjuangan kita ini belum usai. Terus kita lanjutkan untuk membantu masyarakat dan menyelamatkan alam dari bencana kebakaran hutan dan lahan," kata Harianto.
Dia menyebut titik panas masih terpantau di Kubu Raya. Berdasarkan data BMKG, lebih dari 80 titik panas terpantau di wilayah tersebut pada Senin. Kondisi di lapangan juga tidak mudah. Musim kemarau membuat sumber air semakin terbatas sehingga petugas kesulitan melakukan pemadaman.
"Rekan-rekan yang melakukan pemadaman dihadapkan pada minimnya air untuk melakukan pemadaman," ujarnya.
Tak hanya persoalan air, sejumlah titik kebakaran juga sulit dijangkau kendaraan pemadam. Kondisi lahan yang semakin kering turut meningkatkan risiko api meluas ke wilayah lain.
Harianto menjelaskan, penanganan karhutla di Kubu Raya kini dilakukan dengan berbagai cara. Selain pemadaman dari darat, Satgas Udara BPBD Kalbar telah mengerahkan operasi water bombing di sejumlah wilayah dan menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Operasi tersebut dilakukan untuk membantu menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat. BPBD Kubu Raya juga mengapresiasi dukungan BPBD Provinsi Kalbar dalam penanganan karhutla.
Sementara itu, BPBD Kubu Raya belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar sepanjang 2026. Data luasan karhutla masih dalam proses pemutakhiran dan salah satu rujukannya berasal dari Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (Sipongi).
