Di tengah riuh perayaan Hari Kemerdekaan, sebuah momen sederhana justru mencuri perhatian di halaman Kantor Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (17/8/2026) pagi. Saat Sang Merah Putih mulai perlahan naik ke tiang bendera, seorang bocah berusia 11 tahun tiba-tiba berlari meninggalkan teman-temannya yang tengah bermain.
Bocah itu adalah Zainul Hasan, siswa kelas 5B SD 2 Madurejo. Langkah kecilnya mengarah ke lokasi upacara. Bukan karena mendapat perintah, melainkan karena ia melihat bendera Indonesia sedang dikibarkan.
"Nama saya Zainul Hasan, siswa kelas 5B SD 2 Madurejo," ujar Zainul kepada detikKalimantan, Senin pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu berada di sekitar lokasi, Zainul berhenti. Ia berdiri tegap, lalu mengangkat tangan memberikan penghormatan kepada Merah Putih. Tidak ada guru yang menyuruh. Tidak pula orang tua atau orang lain yang mengarahkannya.
"Saya melakukannya atas kemauan sendiri, yah saya cinta Indonesia," katanya.
Di saat teman-temannya masih asyik bermain, perhatian Zainul justru tertuju pada bendera yang sedang berkibar. Baginya, ketika Merah Putih dikibarkan, sudah semestinya diberi penghormatan.
Sikap spontan tersebut kemudian menjadi perhatian orang-orang di sekitar. Meski tidak masuk dalam barisan peserta upacara, Zainul menunjukkan penghormatan kepada simbol negara dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
Zainul merupakan putra Demiri dan Hosaimah. Sehari-hari, kedua orang tuanya berjualan sate sekaligus menjalankan usaha jual beli sepeda.
Di balik kepolosannya, Zainul juga telah menyimpan cita-cita. Ia ingin menjadi polisi ketika dewasa.
Namun, bukan sekadar ingin mengenakan seragam. Zainul punya alasan sederhana mengapa memilih profesi tersebut.
"Cita-cita jadi polisi, polisi penolong macam di film-film," ujarnya.
Cita-cita itu menunjukkan keinginannya untuk menjadi sosok yang bisa membantu orang lain.Aksi Zainul pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa saat.
Ia hanya berlari, berhenti, lalu memberi hormat. Namun, dari langkah kecil seorang bocah 11 tahun itu, terselip pesan sederhana, yakni rasa hormat kepada Merah Putih tidak selalu lahir dari perintah. Terkadang, ia tumbuh dari kesadaran kecil yang muncul dengan sendirinya.
