5 Contoh Sambutan-Pidato 17 Agustus untuk Tirakatan-Upacara PAUD

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Jumat, 14 Agu 2026 09:00 WIB
Ilustrasi pidato. Foto: Perpustakaan Nasional
Balikpapan -

Bulan Agustus selalu identik dengan semarak perayaan Hari Kemerdekaan di berbagai penjuru negeri, mulai dari perlombaan meriah, malam tirakatan, hingga upacara. Dalam setiap rangkaian acara tersebut, penyampaian pidato atau kata sambutan menjadi bagian penting.

Bagi detikers yang dipercaya memberikan sambutan, baik di tingkat RT, desa, sekolah, hingga PAUD, berikut adalah kumpulan referensi draf pidato dan sambutan 17 Agustus yang praktis dan dapat Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan acara masing-masing.

1. Pidato Ketua RT pada Malam Tirakatan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati, Bapak/Ibu sesepuh Kampung Sukomulyo, pengurus RT, pemuda-pemudi Karang Taruna, dan tentunya seluruh warga RT 03 RW 02 yang saya cintai dan saya banggakan.

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena pada malam yang penuh makna ini, kita masih diberikan nikmat sehat dan kesempatan untuk berkumpul bersama. Malam ini, kita duduk bersila dalam acara Malam Tirakatan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tradisi tirakatan ini bukan sekadar kumpul-kumpul atau makan bersama, melainkan momen bagi kita untuk menundukkan kepala, merenung, dan mendoakan arwah para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Bapak dan Ibu sekalian,
Kemerdekaan ini telah kita raih puluhan tahun lamanya. Namun, mari kita renungkan bersama, apakah kita sudah benar-benar merdeka secara batin dan moral?

Jika dulu pahlawan kita berjuang mengangkat senjata melawan penjajah asing, hari ini musuh kita tidak lagi tampak membawa senapan. Bangsa kita, sayangnya, masih dijajah oleh bangsa sendiri, yaaitu dijajah oleh sifat rakus para koruptor, dijajah oleh kemalasan, dan dijajah oleh ketidakjujuran.

Oleh karena itu, perjuangan kita belum usai. Perlawanan terhadap "penjajah modern" ini harus kita mulai dari lingkungan terkecil kita, yaitu RT 03 ini. Caranya adalah dengan mendidik anak-anak kita menjadi generasi yang jujur, menjauhi segala bentuk kecurangan sekecil apa pun, dan menjaga integritas di tempat kerja masing-masing.

Saya selaku Ketua RT merasa sangat bangga dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga. Terima kasih atas sumbangsih tenaga saat kerja bakti membersihkan lingkungan, serta iuran materi yang ikhlas diberikan sehingga acara malam ini dan lomba-lomba besok bisa terselenggara. Mari kita jadikan momen 17 Agustus ini untuk terus menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat gotong royong. Tetaplah silih asih, silih asah, dan silih asuh antartetangga.

Akhir kata, selamat menyambut Hari Kemerdekaan. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya dan kebaikan.
Terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!

2. Sambutan Ketua Panitia Rangkaian Acara 17 Agustus

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi/siang/malam, salam sehat dan salam merdeka untuk kita semua.

Yang saya hormati, Bapak Kepala Desa/Lurah, Bapak/Ibu Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kampung Kudumakmur yang hari ini tampak begitu antusias dan luar biasa semangatnya!

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di lapangan kebanggaan kita ini untuk memuncak rangkaian perayaan 17 Agustus di Kampung Kudumakmur.

Bapak, Ibu, dan teman-teman sekalian,
Selama beberapa hari terakhir, kampung kita begitu semarak. Berbagai perlombaan telah kita laksanakan, mulai dari anak-anak yang berlari membawa kelereng, ibu-ibu yang semangat mengikuti lomba estafet, hingga bapak-bapak yang berjibaku dalam tarik tambang. Tujuan utama kita mengadakan semua ini bukanlah semata-mata mencari siapa yang paling hebat atau mengejar hadiah.

Coba kita maknai bersama. Lomba tarik tambang mengajarkan kita tentang persatuan; jika kita tidak kompak menarik, kita akan jatuh. Lomba panjat pinang mengajarkan kita bahwa untuk mencapai puncak kesuksesan, kita harus saling menopang dan mengesampingkan ego. Itulah esensi dari perjuangan para pahlawan kita dahulu. Semangat pantang menyerah, rela berkorban, dan kerja sama itulah yang ingin kita hidupkan kembali di tengah-kampung kita.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya mewakili seluruh jajaran panitia, terutama rekan-rekan pemuda, mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh warga Kampung Kudumakmur. Terima kasih atas waktu, donasi, dan partisipasi aktifnya. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan acara ini masih terdapat banyak kekurangan, baik dari segi fasilitas maupun pelayanan panitia.

Pesan saya, menang atau kalah dalam perlombaan hari ini adalah bumbu keceriaan semata. Yang paling penting adalah tawa ceria anak-anak kita, silaturahmi yang makin erat, dan kekompakan kita sebagai satu keluarga besar Kampung Kudumakmur yang tidak boleh pudar.

Selamat berlomba, selamat bergembira, dan selamat merayakan kemerdekaan!
Terima kasih.
Merdeka!




(bai/des)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork