Kisah AA Hamidhan Bawa Berita Proklamasi ke Kalimantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 12 Agu 2026 17:00 WIB
Foto: Dok. Soeara Kalimantan/Istimewa
Banjarmasin -

Laut Jawa memisahkan Pulau Jawa dan Kalimantan. Saat Proklamasi dikumandangkan, kabar itu belum sampai ke seluruh telinga masyarakat Indonesia. Keterbatasan komunikasi dan pengawasan militer Jepang membuat berita kemerdekaan mesti menempuh perjalanan yang tak mudah.

Salah satu tokoh yang memainkan peran penting dalam membawa kabar tersebut ke Kalimantan adalah Anang Abdul Hamidhan, atau lebih dikenal sebagai AA Hamidhan. Selain menjadi wartawan, dirinya juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang menyaksikan langsung pembacaan Proklamasi di Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Lantas, bagaimana kisah AA Hamidhan membawa berita Proklamasi Kemerdekaan RI dari Jakarta ke Kalimantan? Berikut selengkapnya.

Wartawan dari Kalimantan

AA Hamidhan lahir di Rantau, Kalimantan Selatan, pada 25 Februari 1909. Sejak muda, Hamidhan telah berkecimpung di dunia pers. Dirinya mendirikan surat kabar Soeara Kalimantan dan pada masa pendudukan Jepang, dipaksa terlibat dalam penerbitan Borneo Simboen, surat kabar yang berada di bawah kendali pemerintahan pendudukan Jepang.

AA Hamidhan bersama rekannya di Soeara Kalimantan. Foto: Dok. Soeara Kalimantan/Istimewa

Latar belakangnya sebagai wartawan membuat Hamidhan memiliki relasi yang luas. Menjelang kemerdekaan, posisinya semakin penting ketika ditunjuk sebagai satu-satunya wakil Kalimantan dalam PPKI.

Sebelum berangkat ke Jakarta, Hamidhan terlebih dahulu berkomunikasi dengan sejumlah tokoh di Banjarmasin dan Kandangan untuk menyerap aspirasi masyarakat Kalimantan. Setelah itu, ia berangkat ke Jakarta dalam rangka mengikuti proses persiapan kemerdekaan.

Perjalanan tersebut kemudian menempatkannya pada posisi yang sangat istimewa, Hamidhan menjadi satu-satunya orang Kalimantan yang hadir secara langsung ketika Proklamasi Kemerdekaan dibacakan. Ia juga dikabarkan mengikuti proses perumusan naskah Proklamasi di kediaman Laksamana Tadashi Maeda sebelum menghadiri pembacaan Proklamasi pada pagi 17 Agustus 1945.




(des/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork