Dalam 3 Hari Ada 4 Karhutla di Kobar yang Berstatus Siaga

Dalam 3 Hari Ada 4 Karhutla di Kobar yang Berstatus Siaga

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 21 Jul 2026 05:30 WIB
Karhutla di Jalan Tjilik Riwut II
Karhutla di Jalan Tjilik Riwut II/Foto: Istimewa
Kotawaringin Barat -

Kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Dalam tiga hari berturut-turut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar harus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di empat lokasi berbeda.

Bahkan, pada Minggu (19/7/2026), petugas harus menangani dua kejadian Karhutla dalam satu hari. Kondisi ini menjadi sinyal meningkatnya ancaman kebakaran di wilayah Kobar.

"Selama tiga hari terakhir kami menangani empat lokasi kebakaran. Bahkan pada 19 Juli kami harus menangani dua kejadian sekaligus," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kobar, Samuel, Senin (20/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian penanganan dimulai pada 18 Juli 2026 di Desa Kubu, Kecamatan Kumai. Kebakaran susulan terjadi di lahan gambut dengan api yang masih aktif saat petugas tiba di lokasi.

Berkat upaya pemadaman, api dipadamkan sepenuhnya pada area sekitar satu hektare. Keesokan harinya, petugas kembali diterjunkan ke Jalan Samari, Kelurahan Madurejo, untuk memadamkan kebakaran lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare.

Masih di hari yang sama, tim bergerak ke Jalan Jenderal Sudirman RT 15, Kelurahan Sidorejo. Kebakaran di lokasi ini diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan kering akibat tiupan angin kencang.

Sementara pada Senin (20/7/2026), kebakaran terjadi di Jalan Tjilik Riwut II, Gang Garuda RT 13, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan. Dugaan sementara, api dipicu aktivitas warga dan dengan cepat menyebar ke lahan yang mengering karena musim kemarau.

Samuel menjelaskan, setiap laporan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel BPBD bersama unsur gabungan, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Polsek Arut Selatan, hingga relawan Tagana.

"Penanganan ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat. Kami selalu berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait agar api bisa segera dikendalikan," katanya.

Menurut Samuel, hingga kini status penanganan Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat masih berada pada kategori siaga. Meski demikian, BPBD terus meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan mengingat cuaca panas serta angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Di musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah menyebar dan berisiko menimbulkan Karhutla yang lebih besar," tutup Samuel.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads