Jadwal dan Link Live Streaming Gerhana Matahari Total 12 Agustus

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 07 Agu 2026 08:01 WIB
Foto: Ilustrasi Gerhana Matahari Total. (NASA)
Samarinda -

Gerhana matahari total akan kembali menyapa bumi di bulan Agustus tahun ini. Sejumlah wilayah di belahan bumi utara diperkirakan akan menikmati fenomena yang cukup langka belakangan ini karena hanya melintasi Islandia, Greenland, dan Spanyol.

Menurut NASA dan National Solar Observatory (NSO), gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga seluruh piringan Matahari tertutup oleh Bulan. Pada saat fase puncak berlangsung, langit di siang hari berubah gelap seperti saat senja selama beberapa menit.

Fenomena itu hanya bisa disaksikan dari wilayah yang tepat berada di jalur bayangan inti Bulan (umbra), sedangkan daerah di luar jalur tersebut hanya mengalami gerhana sebagian, termasuk Indonesia yang diperkirakan tidak akan menikmati gerhana matahari total pada 12 Agustus mendatang.

Gerhana matahari total akan berdasarkan data NASA dan In-The-Sky.org, akan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Gerhana dimulai pada pukul 15.35 UTC dengan puncak pada 17.47 UTC dan berakhir di jam 19.59 UTC.

Jika mengikuti waktu Indonesia bagian barat (WIB), puncak gerhana terjadi sekitar Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.47 WIB. Namun karena saat itu Indonesia berada pada sisi malam Bumi, fenomena tersebut sama sekali tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Jalur Gerhana Matahari Total 2026

Berdasarkan peta yang dirilis European Space Agency (ESA), bayangan inti Bulan (umbra) akan membentuk jalur yang melintasi Belahan Bumi Utara. Wilayah yang berada tepat di jalur ini akan mengalami gerhana matahari total.

Jalur tersebut dimulai di Samudra Arktik di wilayah yang mengalami fenomena midnight sun, lalu bergerak melintasi pantai timur Greenland, bagian barat Islandia, menyeberangi Samudra Atlantik Utara, dan memasuki Spanyol bagian utara sebelum berakhir di wilayah barat laut Rusia.

Salah satu negara yang beruntung adalah Spanyol. Jalur gerhana matahari total diperkirakan melintasi wilayah Galicia, Asturias, Castile and Leon, Aragon, hingga Kepulauan Balearic, hampir seluruh wilayah Spanyol bisa menikmati fenomena langka ini.

Sementara itu, wilayah yang berada di luar jalur hanya akan mengalami gerhana Matahari sebagian. Berdasarkan peta ESA, wilayah tersebut mencakup hampir seluruh Eropa, Afrika Utara, Kanada, Amerika Serikat bagian utara, Greenland, sebagian besar Samudra Atlantik, Samudra Arktik, dan sebagian Asia bagian barat.

Indonesia Tidak Dilintasi Gerhana Matahari Total

Indonesia dipastikan tidak dapat mengamati Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026. Penyebabnya adalah karena saat gerhana berlangsung, wilayah Indonesia berada di sisi Bumi yang sedang mengalami malam hari sehingga matahari berada di bawah horizon. Dengan kata lain, Indonesia sama sekali tidak menghadap matahari ketika gerhana terjadi.

Link Live Streaming Gerhana Matahari Total 12 Agustus

Meski tidak bisa disaksikan langsung dari Indonesia, detikers tetap bisa mengikuti perkembangan fenomena ini secara langsung. NASA mengumumkan akan menayangkan live streaming gerhana matahari total mulai pukul 1.15 p.m. EDT (12 Agustus 2026) melalui laman https://www.nasa.gov/live.

NASA juga diketahui akan menerbangkan dua pesawat penelitian WB-57 di ketinggian sekitar 15 kilometer untuk mengikuti bayangan Bulan sehingga waktu pengamatan korona Matahari menjadi lebih lama dibandingkan pengamatan dari darat. Data itu nantinya akan digunakan untuk mempelajari struktur korona Matahari, aktivitas plasma, dan pengaruh gerhana terhadap atmosfer bagian atas Bumi.



Simak Video "Video: 5 Mitos Gerhana Matahari yang Dibantah Sains "

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork