Selama beberapa hari melalukan operasi bawah air atau under water, tim penyelam masih kesulitan mencapai titik bawah kapal. Hal ini karena keberadaan kompartemen di bagian bawah Kapal Virgo Transport 8 berada di posisi berbahaya.
Hal itu dijelaskan Kepala SAR Mission Coordinator (SMC) Banjarmasin, I Putu Sudayana. Ia menyebut bahwa posisi kompartemen bawah kapal agak sulit untuk dijangkau, sebab penyelam tidak bisa memastikan keadaan dan posisi kapal saat tengah memasuki kompartemen bawah.
"Yang paling berbahaya paling sulit dijangkau itu kompartemen bawah. Karena saat masuk ke paling bawah, itu penyelam tidak tahu kestabilan kapal, bisa membahayakan penyelam," tutur Putu Sudayana, Senin (21/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan proses pencarian pun hingga kini masih memaksimalkan dengan upaya memecahkan kaca pada badan kapal. Selain itu penyisiran pencarian berdasarkan plotting juga dilakukan dengan drone ROV.
Putu Sudayana juga menyebut untuk melakukan operasi pencarian dengan memecahkan kaca, diperlukan keahlian khusus. Upaya memecahkan kaca pada kapal harus dilakukan oleh tim ahli.
"Jadi agak beresiko itu menyelam, sama saat memecahkan kaca itu memiliki teknis khusus. Ketika kaca pecah itu akan ada dorongan yang membahayakan penyelam, jadi memang ada banyak peraturan yang harus jadi perhatian khusus," pungkasnya.
Hingga hari kesembilan pencarian, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 123 korban Kapal Virgo Transport 8, dengan rincian di antaranya 108 selamat dan 15 orang lainnya meninggal dunia. Kini, sebanyak 120 penumpang masih dalam pencarian.
Adapun korban meninggal dunia kini dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk dilakukan proses identifikasi terhadap identitas jenazah. Setelah itu, jenazah dipulangkan kepada keluarga dan akan disemayamkan.
