Kalimantan Timur

Viral Dugaan Popok Lansia Ditimbun, Dinsos Kaltim Buka Suara

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Jumat, 07 Agu 2026 05:01 WIB
Foto: Kepala UPTD PSTW, Nirwana Puri Salawati. (Istimewa)
Samarinda -

Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur buka suara terkait viralnya dugaan penimbunan ratusan popok di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Puri Samarinda. Dinsos memastikan informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar.

Isu itu mencuat setelah beredar unggahan di media sosial dengan narasi "Tega! Ratusan Popok Lansia Sengaja Disembunyikan di Rumah Kosong, Padahal Anggaran Hampir Rp 1 Miliar!".

Berdasarkan penelusuran di laman Data Realisasi INAPROC, pengadaan popok dewasa di UPTD PSTW Nirwana Puri memang tercatat direalisasikan pada 2025 melalui e-katalog dengan nilai Rp999.005.000.

Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak menegaskan tidak ada barang kebutuhan penghuni panti yang disembunyikan. Ia juga meminta agar penjelasan teknis terkait persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak UPTD.

"Berita itu tidak benar karena tidak ada barang kebutuhan klien panti yang disembunyikan," tulis Andi saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Kemudian dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD PSTW, Nirwana Puri Salawati mengatakan popok yang menjadi sorotan merupakan stok barang panti. Mulanya, stok sempat dipindahkan ke rumah kosong di lingkungan panti saat proses rehabilitasi bangunan berlangsung.

"Kondisi saat itu panti sedang dalam tahap rehabilitasi. Untuk mengamankan barang, popok-popok tersebut disimpan di rumah kosong yang kebetulan memang masih berada di lingkungan panti. Jadi sebenarnya mengenai permasalahan yang beredar di masyarakat itu tidak benar," ujarnya.

Salawati menegaskan popok tersebut tetap diperuntukkan bagi para lansia penghuni panti dan bukan ditimbun. Ia juga menyebut jumlah barang telah sesuai dengan pengadaan, sedangkan catatan yang menjadi perhatian berkaitan dengan penatausahaan barang.

"Barang-barang tersebut sebenarnya digunakan oleh para lansia yang ada di panti ini dan tidak ada penimbunan sedikit pun. Mengenai hasil pemeriksaan dari BPK, sebenarnya semua sudah klop sesuai dengan pengadaan, hanya pada penatausahaan barang saja," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Salawati menyebut pihaknya mulai membenahi tata kelola barang di lingkungan panti, mulai dari pencatatan keluar masuk barang hingga administrasi penyaluran kepada para penghuni.

"Menindaklanjuti pemeriksaan BPK, sebagai pejabat yang dilantik saya memastikan barang pengadaan dipastikan tersedia. Begitupun setiap kegiatan keluar masuk barang di gudang dicatat," pungkasnya.



Simak Video "Menikmati Gemerlap Lampu Malam di Jembatan Kutai Samarinda"

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork