Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, mengungkapkan Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 71 titik. Disusul Kecamatan Sebangau sebanyak 17 titik, Pahandut 12 titik, Bukit Batu 4 titik, sementara Kecamatan Rakumpit hingga kini belum mencatat adanya karhutla.
"Sebaran titik kejadian dan luas lahan yang terbakar ini menjadi catatan penting bagi seluruh pihak untuk semakin meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang masih kering menjadi faktor pendukung yang memudahkan api menyebar jika tidak segera ditangani," ujar Heri, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, mulai dari BPBD Kota dan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Manggala Agni, Samapta Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Kodim 1016, Satpol PP, hingga kelompok masyarakat peduli api dan para relawan.
Heri mengapresiasi seluruh personel yang terus berjibaku di lapangan untuk memastikan setiap titik api dapat segera dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan. Ia menegaskan kecepatan respons dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam mengendalikan kebakaran selama musim kemarau.
BPBD juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin melalui Pusat Informasi dan Komunikasi Bencana BPBD Kota Palangka Raya di nomor 0822-5588-2532.
"Kita jaga bersama agar Palangka Raya tetap aman dari bahaya api," tutupnya.
