Walkot Duga 99,9 Persen Penyebab Karhutla di Pontianak Disengaja

Kalimantan Barat

Walkot Duga 99,9 Persen Penyebab Karhutla di Pontianak Disengaja

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 26 Jul 2026 05:01 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memantau pemadaman api di lahan yang berlokasi di Jalan Parit Demang, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. (Prokopim Pontianak)
Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memantau pemadaman api di lahan yang berlokasi di Jalan Parit Demang, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. (Prokopim Pontianak)
Pontianak -

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melontarkan peringatan keras kepada pelaku pembakaran lahan di Kota Pontianak. Ia menduga kebakaran lahan yang mulai bermunculan saat musim kemarau bukan semata faktor alam.

Pernyataan itu disampaikan Edi usai memimpin langsung pemadaman kebakaran lahan bersama Tim Satgas Karhutla di Jalan Parit Demang, Gang Akasia Indah, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (25/7/2026) malam.

Edi memberi peringatan, siapa pun yang terbukti sengaja membakar lahan dipastikan akan diproses hukum, bahkan lahannya akan disegel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak akan mentolerir pelaku pembakaran lahan. Kalau terbukti membakar, akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan lahannya kami segel. Tidak ada kompromi," kata Edi.

"Saya meyakini sekitar 99,9 persen kebakaran lahan disebabkan oleh ulah manusia atau sengaja dibakar," imbuhnya.

Diketahui kebakaran tersebut bermula dari munculnya titik api di kawasan Jalan Perdana yang kemudian merambat hingga ke wilayah Parit Demang. Tim gabungan langsung diterjunkan untuk mencegah api meluas ke lahan lain.

Edi meminta masyarakat ikut berperan mengawasi lingkungannya. Warga yang mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan diminta segera melapor kepada Satgas Karhutla agar dapat segera ditindak.

"Siapa pun yang mengetahui pelaku pembakaran lahan, silakan laporkan. Kami akan tindak lanjuti sesuai aturan karena kebakaran lahan sangat mengganggu aktivitas masyarakat," ujarnya.

Menghadapi musim kemarau, Pemerintah Kota Pontianak juga memperketat langkah pencegahan. Mulai pekan depan, patroli rutin akan dilakukan setiap hari untuk mendeteksi titik api sedini mungkin.

Selain itu, Pemkot akan membangun sejumlah tampungan air di kawasan rawan kebakaran, di antaranya di Jalan Perdana, Sepakat II, Serdam, hingga Pontianak Utara. Infrastruktur tersebut disiapkan agar proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat ketika kebakaran terjadi.

Edi memastikan personel dan armada BPBD Kota Pontianak dalam kondisi siaga. Pemkot juga akan melibatkan pemadam kebakaran swasta sebagai kekuatan tambahan apabila kebakaran meluas.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, terutama di wilayah Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara yang memiliki kawasan gambut cukup luas.

"Musim kemarau memang meningkatkan potensi kebakaran. Karena itu kami minta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman," pungkasnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads