Kalimantan Tengah

Gelombang Laut Kalteng Bisa Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 22 Jul 2026 22:33 WIB
Peringatan BMKG Palangka Raya tentang gelombang laut. Foto: Dok. BMKG Palangka Raya
Palangka Raya -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Kalimantan Tengah yang berlaku pada 23 hingga 26 Juli 2026. Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,5 meter, sehingga nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.

Prakirawan BMKG Palangka Raya Chandra mengatakan berdasarkan analisis kondisi sinoptik, angin di wilayah perairan Kalimantan Tengah umumnya bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10 hingga 19 knot. Namun, pada waktu-waktu tertentu kecepatan angin diprakirakan dapat meningkat hingga 30 knot yang berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum berlayar. Meski cuaca di daratan cenderung cerah berawan, peningkatan kecepatan angin di laut dapat memicu gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter sehingga perlu diwaspadai demi keselamatan pelayaran," ujar Chandra, Selasa (22/7/2026).

"BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di enam wilayah perairan, yakni Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, Kuala Kapuas, Kumai, Kuala Jelai, dan Perairan Pangkalan Bun," imbuhnya.

Kondisi tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil. Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berpotensi menghadapi risiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat pesisir, nelayan, maupun operator kapal untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru melalui kanal resmi BMKG.

"Apabila kondisi cuaca memburuk, aktivitas pelayaran sebaiknya ditunda hingga situasi kembali aman guna menghindari risiko kecelakaan di laut," pungkasnya.



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"

(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork