Dear Nelayan-Kapal Kecil di Teluk Sampit-Kuala Pembuang, Gelombang 2,5 Meter!

Dear Nelayan-Kapal Kecil di Teluk Sampit-Kuala Pembuang, Gelombang 2,5 Meter!

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 14 Jul 2026 18:00 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi di perairan Jatim.
Ilustrasi gelombang tinggi/Foto: Gemini AI
Kotawaringin Timur -

BMKG mengeluarkan peringatan bagi nelayan, pelaut, dan operator kapal yang beraktivitas di Perairan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kuala Pembuang Kabupatan Seruyan. Hingga Kamis (16/7/2026), tinggi gelombang di dua wilayah itu diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, sehingga berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil.

Prakirawan cuaca maritim BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, Eko Supriyadi, mengatakan kondisi cuaca secara umum dalam kategori cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, kombinasi angin yang cukup kencang, gelombang sedang, dan arus laut tetap memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna transportasi laut.

"Di perairan Teluk Sampit, kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 13 hingga 17 knot dengan hembusan maksimum mencapai 27 knot. Tinggi gelombang dominan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, meski pada beberapa periode sempat menurun ke kisaran 0,5 hingga 1,25 meter," ujarnya, Selasa (14/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, kondisi di perairan Kuala Pembuang juga menunjukkan karakteristik serupa. Gelombang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin 14 hingga 17 knot serta hembusan maksimum mencapai 26 knot.

BMKG juga mencatat suhu permukaan laut di kedua wilayah berkisar 28 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 73 hingga 79 persen. Arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,67 hingga 1,70 knot yang dapat memengaruhi stabilitas kapal saat berlayar.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat pesisir, nelayan, hingga operator kapal untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca maritim sebelum beraktivitas di laut.

"Nelayan maupun operator kapal diharapkan memperhatikan perkembangan cuaca dan tinggi gelombang, serta tidak memaksakan berlayar apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan," katanya.

Selain memantau prakiraan cuaca, para nakhoda juga diminta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, alat komunikasi, hingga peralatan darurat berada dalam kondisi baik dan siap digunakan.

BMKG mengingatkan kondisi cuaca di laut dapat berubah dengan cepat seiring dinamika atmosfer. Oleh karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan, terutama ketika kecepatan angin mulai menguat karena dapat memicu kenaikan tinggi gelombang dalam waktu singkat.

"Dengan disiplin memantau informasi cuaca dan mematuhi prosedur keselamatan, risiko kecelakaan pelayaran diharapkan dapat diminimalkan," pungkasnya.



(sun/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads