Alat Rusak saat Karhutla, DLH Kotim Pakai Data Kualitas Udara Katingan

Kalimantan Tengah

Alat Rusak saat Karhutla, DLH Kotim Pakai Data Kualitas Udara Katingan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 22 Jul 2026 10:45 WIB
Kotawaringin Timur diselimuti kabut asap karhutla.
Foto: Kotawaringin Timur diselimuti kabut asap karhutla (Dok. Istimewa)
Kotawaringin Timur -

Di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum dapat menyajikan data kualitas udara yang diukur langsung dari wilayahnya. Penyebabnya, alat Air Quality Monitoring System (AQMS) milik DLH masih mengalami gangguan teknis atau rusak.

Selama proses perbaikan berlangsung, DLH Kotim menggunakan data kualitas udara dari Kabupaten Katingan serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai acuan sementara dalam memantau kondisi udara.

Kepala DLH Kotim, Marjuki, menjelaskan bahwa data tersebut hanya bersifat referensi dan tidak dapat menggambarkan kondisi udara di Kotim secara spesifik karena berasal dari lokasi pemantauan yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk sementara kami memanfaatkan data dari wilayah sekitar sebagai gambaran umum. Data itu bukan hasil pengukuran langsung di Kotim karena AQMS masih mengalami gangguan teknis. Sementara kita menggunakan data kualitas udara dari Kabupaten Katingan serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan data sementara dari Katingan dan ISPU KLHK, kualitas udara masih berada pada kategori sedang. Namun, Marjuki menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dijadikan patokan pasti bagi wilayah Kotim.

"DLH saat ini terus mengupayakan perbaikan sistem AQMS agar kembali berfungsi normal. Setelah alat tersebut beroperasi, informasi kualitas udara akan kembali diperbarui berdasarkan hasil pengukuran langsung di Kotim dan disampaikan melalui kanal resmi DLH," kata dia.

Memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko karhutla, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara.

Selain itu, warga diminta menggunakan masker apabila mulai muncul kabut asap serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap atau debu, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan.

"Menjaga kualitas udara merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap sehat," tutup Marjuki.

DLH turut mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan akibat paparan asap maupun debu.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads