Kabut Asap di Banjarbaru Mulai Ganggu Jarak Pandang Pengendara

Kalimantan Selatan

Kabut Asap di Banjarbaru Mulai Ganggu Jarak Pandang Pengendara

Khairun Nisa - detikKalimantan
Senin, 20 Jul 2026 09:50 WIB
Kabut asap yang terjadi di Banjarbaru, tepat di depan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
Kabut asap yang terjadi di Banjarbaru, tepat di depan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarbaru -

Kabut asap tebal muncul di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) diduga dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kualitas udara yang semakin buruk ini pun mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para pengguna jalan.

Pantauan detikKalimantan, Senin (20/7), kabut asap tebal terjadi pada pagi hari di sekitar kawasan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Sejumlah pengendara tampak perlahan saat melintas, terutama saat jam ramai berangkat kerja dan sekolah.

Seorang pengendara, Dicky menyebut kabut asap yang tebal itu cukup mengganggu jarak pandang saat ia berkendara. Bahkan, ia mengaku tidak berani berkendara dengan kecepatan tinggi karena kabut asap yang tebal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal kemarin masih normal. Baru ini yang setebal ini, membuat saya khawatir saat berkendara," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Selain itu, ia juga khawatir jika nantinya kabut asap itu juga berdampak pada kesehatan ia dan keluarga. Yang mana, kabut asap tebal tidak menutup kemungkinan terjadinya ISPA terutama pada anak-anak.

"Khawatirnya nanti ada gangguan pernapasan akibat kabut asap ini. Semoga bisa segera pulih," ujar Dicky.

Selain Dicky, kekhawatiran akan kesehatan juga dirasakan warga Banjarbaru, Sheila Farazela yang memiliki bayi berusia satu tahun. Ia khawatir anaknya terpapar kabut asap tersebut.

Apalagi kejadian kabut asap ini baru saja terjadi di Banjarbaru dengan kondisi udara sangat berbahaya.

"Tentu sangat khawatir, apalagi bayi ini sangat rentan terpapar. Sementara anak di rumah dulu saja, karena kualitas udara sedang sangat berbahaya," kata Sheila.

Terpisah, Ketua Pokja Pengelolaan Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel, Wiji Cahyadi membenarkan bahwa kualitas udara di Banjarbaru pada Senin (20/7) pagi berada pada kategori sangat berbahaya.

"Untuk pagi ini kualitas udara pada kategori Berbahaya pada pukul 06 Wita dan Sangat Tidak Sehat pada pukul 07 Wita," katanya dihubungi detikKalimantan.

Imbauan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar pun dilakukan guna mencegah langsung terpapar kabut asap.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads