Pemuda RI Diminta Bayar karena Bawa Bakso ke Malaysia, Ternyata Endingnya...

Internasional

Pemuda RI Diminta Bayar karena Bawa Bakso ke Malaysia, Ternyata Endingnya...

Riska Fitria - detikKalimantan
Kamis, 16 Jul 2026 17:01 WIB
Bakso Goreng Halal Enak untuk Buka Puasa
Ilustrasi bakso. Foto: Site Culinary/Visual
Samarinda -

Seorang wisatawan asal Indonesia diduga menjadi korban pemerasan saat pergi ke Malaysia. Ia diminta membayar sejumlah uang karena kedapatan membawa bakso di bandara.

Dilansir detikFood, kejadian ini dialami oleh seorang pemuda Indonesia berusia 19 tahun, sebagaimana diberitakan Weird Kaya. Pengalaman tersebut diceritakan korban melalui akun Threads @brayenngabriel.

Pemuda tersebut diminta membayar denda RM 100 atau sekitar Rp 385.000 saat tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Alasannya karena pemuda itu membawa bakso dalam koper.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pengakuan pemilik akun, ini merupakan pengalaman pertamanya pergi sendiri ke Malaysia. Saat kopernya melewati pemeriksaan di bandara Indonesia, tidak ada kendala meski ada bakso.

Namun setiba di Malaysia, pemuda itu dihentikan di area pemeriksaan Bea Cukai. Kopernya diperiksa oleh seorang petugas perempuan. Mengetahui ada bakso di dalam, petugas tersebut meminta pria itu menepi untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap kotak berisi makanan yang dibawanya.

Setelah itu, petugas perempuan tersebut mengatakan bakso tidak diizinkan masuk ke Malaysia sehingga harus disita. Namun, pemuda itu mengaku diberi dua pilihan. Jika tidak ingin baksonya disita, maka dia harus membayar denda.

Pemuda itu sendiri mengaku agak bingung karena sebelumnya ibunya pernah pergi ke Malaysia membawa jenis bakso yang sama, tetapi tidak mengalami masalah sama sekali. Petugas kemudian menjelaskan bahwa mungkin pemeriksaan saat itu tidak menyeluruh, sehingga bakso bisa lolos.

Karena mengira dirinya memang melanggar aturan, pemuda tersebut akhirnya memilih membayar denda sebesar Rp 385.000. Pembayaran dilakukan melalui transfer dengan kode QR.

"Saya membayar karena takut dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi petugas yang memiliki wewenang. Ini pertama kalinya saya bepergian sendirian. Kalau ada anggota keluarga yang lebih tua, mungkin mereka akan berbicara," tulisnya.

Setelah kejadian tersebut, pemuda ini mengecek transfer denda yang sudah dilakukan. Ternyata denda itu terkirim ke sebuah rekening yang diduga rekening pribadi, bukan kanal pembayaran resmi Bea Cukai. Pemuda itu juga baru sadar dirinya tidak menerima tanda bukti atau kwitansi resmi atas denda tersebut.

Karena merasa ada yang janggal, ia pun melapor ke Malaysia Anti-Corruption Commission (MACC) atau Komisi Antikorupsi Malaysia. Pemuda tersebut juga melampirkan tangkapan layar laporannya dalam unggahannya di Threads.

"Saya membuat laporan karena tidak ingin terus merasa bersalah atas kejadian ini. Jika memang saya benar-benar melakukan pelanggaran, saya pasti akan mengikuti prosedur yang semestinya," lanjutnya.

Kisahnya kemudian viral di Malaysia. Tak lama, pemuda itu mengaku dihubungi oleh sebuah akun yang diduga adalah petugas perempuan yang memeriksa kopernya di bandara. Akun tersebut meminta agar unggahan di Threads di hapus.

Pemuda itu juga mengaku ditawari pengembalian uang Rp 385 ribu yang telah dibayarkan sebelumnya. Petugas tersebut meminta maaf dan berharap permasalahan tidak diperpanjang. Uang denda akhirnya dikembalikan ke pemuda tersebut, padahal menurutnya ia belum memberikan nomor rekening ataupun kode QR kepada pelaku.

Baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: KPK Pamerkan 5 Koper Uang Rp 5,18 M Hasil Kasus Suap Impor Bea Cukai"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads