9 Kuliner Khas Singkawang, Cocok Dicoba saat Imlek-Cap Go Meh

9 Kuliner Khas Singkawang, Cocok Dicoba saat Imlek-Cap Go Meh

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Kamis, 12 Feb 2026 10:00 WIB
Seorang pedagang mengukus Choi Pan di Kedai Sakkok di Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (16/2/2025). Choi Pan kukus Sakkok yang terbuat dari tepung beras yang berisi tiga pilihan varian seperti bengkuang, kucai dan rebung yang dijual seharga Rp2.500 per buah tersebut menjadi salah satu kuliner unggulan khas Singkawang sejak 34 tahun lalu. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU
Pembuatan Choi Pan Sakkok khas Singkawang. Foto: Antara Foto/Jessica Wuysang
Singkawang -

Tahun baru Imlek di Singkawang, Kalimantan Barat bukan sekadar panggung budaya dengan ribuan lampion merah menghiasi jalanan hingga aroma dupa di kelenteng. Budaya Tionghoa, Dayak,dan Melayu juga berpadu dalam berbagai masakan.

Bagi masyarakat Tionghoa Singkawang yang mayoritas merupakan keturunan Hakka, hidangan Imlek tidak hanya pengisi perut dan pemuas lidah. Hidangan adalah doa, simbol harapan, dan wujud syukur.

Bat detikers yang menikmati liburan Imlek di Singkawang, kalian bisa mencicipi berbagai kuliner khas, mulai dari kedai kaki lima hingga restoran mewah. Berikut 9 kuliner khas Singkawang yang cocok buat disantap saat Imlek dan Cap Go Meh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Chiang Mie

Ilustrasi mie khas Singkawang.Ilustrasi mie khas Singkawang. Foto: dok Kemenparekraf

Sesuai tradisi, chiang mie menjadi menu wajib di meja makan saat malam Imlek atau hari pertama tahun baru. Chiang mie memiliki isian yang melimpah seperti sawi, buncis, kol, tauge, dan wortel, ditambah bakso atau daging.

Bumbu kecap ikan dan saus tiram menciptakan rasa gurih yang mendalam. Mi harus disantap tanpa memotongnya, dengan harapan agar panjang umur dan mendapatkan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga.

2. Mie Tiaw Asuk

Jika chiang mie biasanya dihidangkan di rumah, mie tiaw asuk adalah legenda jalanan. Kata "asuk" berasal dari bahasa Hakka yang berarti "paman", merujuk pada para paman yang mengolah mi ini secara tradisional.

Keunikannya terletak pada penggunaan kecap asin, perasan jeruk limau (jeruk sambal), dan tauge segar. Dalam situs Indonesia Travel, kuliner ini masih mempertahankan teknik memasak tradisional, sering kali menggunakan arang yang memberikan aroma khas.

3. Hekeng

Hekeng adalah representasi dari akulturasi China-Indonesia. Hidangan yang mirip ngohiong atau rolade ini aslinya terbuat dari campuran udang dan daging babi cincang yang dibungkus kulit kembang tahu, lalu dikukus dan digoreng.

Namun, adaptasi budaya lokal melahirkan versi halal menggunakan daging ayam, sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan. Hekeng biasa disajikan dengan saus asam manis atau sambal pedas, simbol dari kehidupan yang memiliki beragam rasa namun tetap nikmat dijalani.

4. Bubur Pedas Bendahre

5 Fakta Bubur Pedas Khas Sambas, Makanan Hemat saat PerangBubur pedas. Foto: Istimewa

Meskipun sudah khas dengan Melayu Sambas, bubur pedas telah diadopsi menjadi bagian tak terpisahkan dari lidah masyarakat Singkawang, termasuk saat periode Imlek.

Bubur ini unik karena berasnya disangrai terlebih dahulu dan dimasak dengan daun kesum serta pakis yang memberikan aroma kuat. Tambahan ikan teri dan kacang goreng memberikan tekstur renyah. Ini adalah simbol kehangatan interaksi antar-etnis di Singkawang.

5. Rujak Thai Pui Jie

rujak thai phui ji di singkawangRujak Thai Phui Jie di Singkawang. Foto: detikfood

Tidak ada yang bisa menolak kesegaran Rujak Thai Pui Jie. Berbeda dengan rujak Jawa yang dominan gula merah, rujak khas Singkawang ini menonjolkan penggunaan ebi (udang kering) yang dihaluskan bersama bumbu.

Rujak ini unik dengan taburan kerupuk melinjo. Perpaduan rasa manis, pedas, gurih, dan tekstur renyah mencerminkan dinamisnya kehidupan di kota ini.

6. Choipan

Choipan HiongChoipan Hiong. Foto: Google Review/Lilis Margaret

Dalam bahasa Hakka, choi berarti sayur dan pan berarti kue. Choipan adalah dimsumnya Singkawang. Kulitnya yang tipis dan transparan membungkus isian bengkuang, kucai, atau talas yang gurih.

Taburan bawang goreng di atasnya adalah kunci aroma yang menggugah selera. Choipan bukan hanya camilan, tapi juga simbol kesederhanaan yang memikat.

7. Bubur Gunting

Nama yang unik ini berasal dari cara penyajian cakwe yang dipotong menggunakan gunting sebelum dimasukkan ke dalam bubur kacang hijau kental beraroma pandan.

Tekstur creamy dari bubur bertemu dengan cakwe yang kenyal-renyah menciptakan harmoni di mulut. Hidangan ini populer sebagai sarapan hangat untuk memulai hari perayaan.

8. Sup Bebek Plum

Di Singkawang, olahan bebek untuk Imlek seringkali tampil dalam bentuk sup dengan tambahan asinan buah plum (Seng Mui). Penggunaan plum asin ini adalah ciri khas masakan Tiochiu dan Hakka yang memberikan rasa asam segar.

Plum memberikan keseimbangan dari lemak dari daging bebek. Kuah yang kaya rasa ini dipercaya dapat memulihkan stamina.

9. Lempok Durian

Lempok Durian (Foto: Instagram/@lilischang)Lempok Durian (Foto: Instagram/@lilischang)

Lempok durian adalah kudapan dengan filosofi mendalam. Teksturnya yang lengket menyimbolkan harapan agar hubungan antar anggota keluarga semakin erat dan tak terpisahkan.

Rasa manisnya adalah doa agar setiap ucapan dan kejadian di tahun baru selalu berbuah manis. Dengan melimpahnya durian di Kalimantan Barat, lempok menjadi hantaran wajib yang prestisius.

Halaman 2 dari 3
(bai/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads