Kata BMKG soal Cuaca Panas di Kalsel dan Potensi Karhutla

Kata BMKG soal Cuaca Panas di Kalsel dan Potensi Karhutla

Khairun Nisa - detikKalimantan
Minggu, 12 Jul 2026 06:00 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (19/6/2023). Tim gabungan BPBD, Manggala Agni dan damkar swasta masih terus melakukan upaya untuk memadamkan api kebakaran lahan gambut yang terus meluas di area ring satu kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Ilustrasi berjibaku memadamkan Karhutla di Kalimantan Selatan/Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Banjarmasin -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan (Kalsel) memprediksi puncak El Nino bakal terjadi Agustus-Oktober 2026. Namun, cuaca panas sudah terasa di Kalsel.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel, Ota Welly Jenny Thalo menjelaskan sejumlah dampak El Nino mulai terasa di Kalsel. Yang mana curah hujan mulai berkurang.

"Namun, dampak El Nino untuk perikanan justru berbanding terbalik. Musim El Nino adalah waktu panen ikan, karena suhu laut dingin dan ikan akan migrasi ke wilayah perairan laut yang dingin," kata Ota saat dihubungi detikKalimantan, Sabtu (11/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ota, terkait cuaca panas yang terjadi di Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir, itu karena sudah masuk musim kemarau. Tutupan awan sedikit membuat bumi menerima panas matahari langsung.

"Sehingga membuat cuaca terasa sangat panas dan malam hari terasa sangat dingin," ujarnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, El Nino akan bertahan hingga awal 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98% dan kategori kuat sebesar 62%. Hasil pemantauan BMKG menunjukkan wilayah Tabalong bagian Utara menjadi titik merah yang harus diwaspadai pada kemarau Agustus mendatang. Kemudian, pada September hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan menjadi titik merah kemarau terkecuali Kabupaten Tabalong.

"Wilayah di Kalsel 41 persen saat ini sudah masuk musim kemarau, karena itu cuaca terasa sangat panas," tutur Ota.

"Untuk potensi Karhutla di Kalsel sangat mudah terjadi disebabkan curah hujan yang kurang," sebutnya.

Sementara untuk titik api yang perlu diwaspadai, diungkapkannya ada di wilayah Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.



(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads