BPBD Kotawaringin Barat (Kobar) seakan tak punya waktu beristirahat untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 20.41 WIB, karhutla terjadi di sebuah kebun sawit seluas 1 hektare.
Dalam laporan yang diterima BPBD, kebakaran terjadi di wilayah Kelurahan Madurejo RT 27, Kecamatan Arut Selatan. Tanpa menunggu lama, personel langsung bersiap menuju lokasi meski baru saja menyelesaikan aktivitas penanganan sebelumnya.
Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, segera memerintahkan tim bergerak menggunakan mobil peralatan dan motor trail. Keputusan itu diambil karena lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau oleh truk tangki air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar pukul 21.30 WIB, personel bersama relawan Ahwa tiba di lokasi. Pemandangan yang mereka dapati cukup mengkhawatirkan. Api masih membara di sejumlah titik, sementara asap tebal terus mengepul dari lahan gambut yang terbakar," ujar Adnan, Minggu (12/7/2026) pagi.
Petugas pun langsung berpencar untuk mencegah api meluas. Kobaran api membakar kebun sawit milik warga, lahan kosong, semak belukar, hingga pepohonan. Karakter api yang merambat di permukaan sekaligus masuk ke lapisan gambut membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit.
"Perjuangan semakin berat karena operasi dilakukan pada malam hari. Kondisi lokasi yang gelap dengan penerangan sangat terbatas membuat petugas harus ekstra hati-hati saat membawa peralatan dan menarik selang menuju titik api," kata dia.
"Kesulitan lainnya adalah mencari sumber air. Di tengah malam, petugas harus memanfaatkan parit galian drainase sebagai satu-satunya sumber air untuk memasok mesin pemadam. Jarak dan kondisi medan membuat proses penyemprotan berlangsung lebih lambat," imbuhnya.
Adnan Santana mengatakan personelnya tetap bergerak cepat meski harus menghadapi berbagai kendala di lapangan. Menurutnya, medan yang sulit, minim penerangan, dan terbatasnya sumber air menjadi tantangan utama dalam operasi malam itu.
"Lokasi tidak bisa dilalui truk tangki sehingga kami menggunakan mobil peralatan dan motor trail. Kendala di lapangan adalah kondisi gelap dan mencari sumber air pada malam hari, namun anggota tetap berupaya maksimal agar api segera bisa dikendalikan," ujar Adnan Santana.
Dalam operasi tersebut, tujuh personel TRC BPBD bersama relawan Ahwa diterjunkan dengan membawa satu unit mobil peralatan, dua motor trail, satu mesin jinjing, 10 gulung selang, dan satu nosel.
"Pemadaman berlangsung hingga pukul 23.10 WIB. Dari sekitar satu hektare lahan yang terbakar pada hari pertama, petugas berhasil memadamkan sekitar 0,25 hektare. Meski demikian, masih terdapat beberapa titik yang mengeluarkan asap sehingga perlu dilakukan pemantauan lanjutan," katan dia.
Adnan menegaskan, meski gagal menikmati waktu istirahat karena harus kembali berjibaku melawan kobaran api, personelnya tetap berkomitmen memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. BPBD Kobar juga mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.
(bai/bai)
