Gugurnya tiga personel Polres Katingan, Kalimantan Tengah, dalam operasi penggerebekan narkoba pekan lalu menjadi sorotan publik. Presiden Prabowo Subianto mengucapkan belasungkawa atas tragedi yang menewaskan Ipda Anumerta Sumariyanto, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.
Dilansir detikNews, belasungkawa disampaikan Prabowo bertepatan dengan peluncuran Biosolar B50 di Karawang, Jawa Barat pada Kamis (8/7). Prabowo menyinggung tentang pemberantasan narkoba dan mengaitkannya dengan berbagai permasalahan yang muncul di Indonesia.
Dari situ, Prabowo mengaku telah mendengar tentang gugurnya tiga personel Polres Katingan dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan pada Kamis (2/7) lalu. Menurutnya, para personel tersebut kehilangan nyawa karena pihak-pihak yang berusaha melindungi praktik peredaran narkoba.
"Saya juga menyampaikan belasungkawa kepada kepolisian yang anggotanya gugur karena mengadakan pembersihan di sebuah kampung di Kalimantan. Mereka hilang nyawa oleh mereka-mereka yang mungkin melindungi atau terlibat proses pembuatan atau penyebaran narkoba," ungkapnya.
Prabowo juga menegaskan komitmen untuk menghentikan narkoba dan korupsi. Ia menilai saat ini penindakan atas narkoba maupun korupsi di Indonesia sudah menunjukkan kemajuan. Salah satu indikator yang ia sebut yakni menurunnya angka laporan judi online (judol).
"Ya, kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan, harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol yang sebenarnya sudah banyak kemajuan. Saya dapat laporan judol dalam satu tahun sangat menurun," kata Prabowo.
Sebagaimana diketahui, saat ini Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan masih mengusut kasus tewasnya ketiga personel mereka. Hingga Kamis (9/7), lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Terbaru, pelaku berinisial Y dan L ditetapkan tersangka menyusul tiga orang lainnya, berinisial S, R, dan N. Para pelaku diduga sengaja melukai personel Satresnarkoba Polres Katingan yang bertugas menggunakan senjata. Hal ini diperkuat dengan hasil autopsi korban Ipda Sumariyanto yang dinyatakan meninggal karena luka tembak. Aiptu Yudhi juga mengalami luka tembak meskipun penyebab kematian belum diumumkan.
"Peran menggunakan parang melukai Aiptu Anumerta Yudhie dan L menembak pakai senapan angin," terang Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono.
Baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Video: Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun di Rentang 6,0-6,5 Persen"
(des/des)