Waspada, Ada 66 Kasus Flu Singapura di Kotawaringin Timur

Kalimantan Tengah

Waspada, Ada 66 Kasus Flu Singapura di Kotawaringin Timur

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 26 Jun 2026 21:42 WIB
Ilustrasi Flu Singapura
Ilustrasi Flu Singapura. Foto: Edi Wahyono
Kotawaringin Timur -

Penyebaran flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang meningkat. Hingga pekan ke-24 tahun 2026, Dinas Kesehatan Kotim mencatat sebanyak 66 kasus suspek, dengan lonjakan dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan kasus pertama ditemukan pada pekan ke-17. Setelah sempat mengalami penurunan, jumlah kasus kembali meningkat tajam pada pekan ke-23 dan ke-24.

"Hingga kini total kasus flu Singapura di Kotawaringin Timur tercatat sebanyak 66 kasus dengan tren peningkatan di beberapa pekan terakhir," ujarnya, Jumat (26/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data Dinkes, jumlah kasus sempat naik dari 8 menjadi 10 kasus pada pekan ke-19 dan ke-20, lalu turun menjadi tiga kasus pada pekan ke-21. Namun, tren kembali berbalik dengan peningkatan menjadi 10, 14, hingga 18 kasus pada dua pekan terakhir.

"Wilayah Kecamatan Baamang menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Dari catatan Dinas Kesehatan, Puskesmas Baamang 1 melaporkan 10 kasus, sedangkan Puskesmas Baamang 2 mencatat 18 kasus, sehingga total terdapat 28 kasus hanya di wilayah tersebut. Sisanya tersebar di sejumlah kecamatan," ujarnya.

HFMD merupakan penyakit infeksi virus yang umumnya menyerang bayi dan anak-anak, terutama usia di bawah 10 tahun. Penularannya sangat mudah terjadi melalui air liur, percikan batuk atau bersin, benda yang digunakan bersama, hingga kontak dengan tinja penderita.

Meski umumnya bersifat ringan, Nugroho mengingatkan penyakit ini tetap harus diwaspadai. Penyakit ini menyebabkan dehidrasi, bahkan pada sebagian kecil kasus dapat menimbulkan komplikasi serius.

"Untuk mencegah penyebaran, masyarakat diminta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menghindari berbagi alat makan, minum, handuk, mainan, maupun sikat gigi dengan anak yang sedang sakit," katanya.

Orang tua juga diimbau mengajarkan etika batuk dan bersin pada anak. Kemudian rutin membersihkan mainan serta benda yang sering disentuh anak.

Selanjutnya mengistirahatkan anak di rumah apabila mengalami gejala HFMD agar tidak menularkan kepada teman-temannya di sekolah atau tempat bermain.

"Pencegahan harus menjadi prioritas karena penyakit ini sangat mudah menular. Dengan kesadaran orang tua dan pengasuh, penyebarannya dapat dikendalikan. Kami akan terus memantau perkembangan kasus serta meningkatkan sosialisasi langkah-langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak," pungkasnya.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads