2 Guru Tabrak Truk Mogok di Kobar, Kondisi Luka Parah

Kalimantan Tengah

2 Guru Tabrak Truk Mogok di Kobar, Kondisi Luka Parah

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 22 Jun 2026 10:06 WIB
Kejadian dua korban terkapar di dekat truk mogok di Kotawaringin Barat. (dok istimewa)
Foto: Kejadian dua korban terkapar di dekat truk mogok di Kotawaringin Barat. (dok istimewa)
Kotawaringin Barat -

Kabar kecelakaan maut sempat membuat heboh warga Pangkalan Lada pada Minggu (21/6) malam. Dua perempuan yang diketahui berprofesi sebagai guru sempat dikabarkan meninggal dunia usai terlibat kecelakaan di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Peristiwa itu terjadi di sekitar kawasan dekat lapangan futsal arah Patung Tani, saat lalu lintas malam sedang tidak terlalu padat sekira pukul 22.00 WIB. Namun suasana mendadak berubah panik ketika sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak kendaraan roda enam yang sedang mogok di badan jalan.

Motor tersebut dikendarai Amelia dengan penumpang Melinda, yang saat itu melaju dari arah Pangkalan Bun menuju kawasan Astra. Diduga jarak pandang dan posisi truk yang rusak membuat pengendara tidak sempat menghindar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benturan keras tidak terelakkan hingga kedua korban terjatuh ke aspal. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan memberikan pertolongan setelah melihat kondisi keduanya terkapar.

Situasi sempat menimbulkan kepanikan karena banyak warga mengira kedua korban sudah meninggal dunia. Informasi tersebut bahkan cepat menyebar di sekitar lokasi kejadian.

Namun kabar itu akhirnya dipastikan tidak benar. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kedua korban masih dalam keadaan hidup meski mengalami luka-luka cukup serius.

"Tidak, korban masih dirawat. Keduanya mengalami luka-luka," ujar Kanit Gakkum Ipda Ignatius, Senin (2/6/2026) pagi.

Usai dievakuasi dari lokasi kejadian, Amelia dan Melinda segera dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. Kondisi keduanya kini masih dalam pemantauan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya diketahui berprofesi sebagai tenaga pendidik atau guru. Peristiwa ini pun meninggalkan keprihatinan di kalangan rekan sejawat dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Satlantas Polres Kotawaringin Barat telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap kronologi lengkap kecelakaan tersebut. Polisi juga masih mendalami faktor utama penyebab insiden.

Pihak kepolisian mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat berkendara malam hari dan ketika menemukan kendaraan yang berhenti atau rusak di badan jalan.

"Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang," tegas Ignatius.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads