Hari Ulang Tahun Kalimantan Tengah (Kalteng) diperingati setiap 23 Mei. Di tahun 2026 ini, Bumi Tambun Bungai resmi berusia 69 tahun.
Untuk merayakan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah merilis tema, subtema, hingga logo resmi Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah lengkap dengan filosofi di balik setiap simbolnya.
Tema tahun ini menonjolkan semangat Huma Betang, filosofi hidup masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi kebersamaan di tengah keberagaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tema dan Subtema HUT ke-69 Kalimantan Tengah
Tema utama Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah adalah: Betang Huma Itah
Tema tersebut menggambarkan semangat rumah bersama bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang. Filosofi Huma Betang sendiri merupakan simbol persatuan dan kehidupan harmonis masyarakat Dayak.
Sementara subtema yang diangkat yakni:
- Bersatu dalam keberagaman dengan spirit kearifan lokal, dalam bingkai NKRI menuju Kalteng Berkah, Maju dan Sejahtera.
- Amun dia itah eweh hindai, amun dia wayah tuh pea hindai, ela laya menuju Indonesia Emas 2045.
(Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, jangan bermalas-malasan menuju Indonesia Emas 2045.)
Dua kalimat di atas mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai modal menuju Kalimantan Tengah yang lebih maju sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Link Download Logo HUT ke-69 Kalimantan Tengah
Agar semakin meriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menyediakan logo resmi Hari Jadi ke-69 yang dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat maupun instansi. Berikut link download logo resmi HUT ke-69 Kalimantan Tengah:
Download Logo HUT ke-69 Kalimantan Tengah di sini.
Filosofi Logo HUT ke-69 Kalimantan Tengah
Logo Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah punya simbol-simbol yang menggambarkan nilai adat, semangat kebersamaan, dan doa.
1. Angka 69: Putaran Waktu dan Titah Leluhur
Angka 69 melambangkan perjalanan usia Kalimantan Tengah yang terus bergerak dari masa lalu menuju masa depan.
Bentuk angka yang saling bertaut menggambarkan keseimbangan hubungan antara manusia dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta. Dalam filosofi masyarakat Dayak, keseimbangan menjadi bagian penting kehidupan karena dari sanalah kedamaian dan keharmonisan lahir.
Putaran angka juga diibaratkan seperti aliran sungai besar di Kalimantan yang terus mengalir tanpa henti sebagai sumber kehidupan masyarakat.
2. Merah Putih: Kehormatan di Atas Segalanya
Bendera Merah Putih yang berada di bagian atas logo adalah simbol bahwa Kalimantan Tengah tetap berdiri kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Warna merah melambangkan keberanian, semangat perjuangan, dan keteguhan hati masyarakat Kalimantan Tengah.
Sementara warna putih melambangkan kejujuran, ketulusan, serta niat bersih dalam membangun daerah dan melayani masyarakat.
3. Huma Betang: Falsafah Hidup Orang Dayak
Huma Betang atau Rumah Betang merupakan simbol paling kuat dalam budaya Dayak.
Rumah panjang tradisional tersebut menjadi gambaran kehidupan dan jiwa bersama di tengah perbedaan. Dalam satu rumah, banyak keluarga hidup berdampingan dengan saling menghormati dan menjaga keharmonisan.
Karena itu, Huma Betang dimaknai sebagai simbol persaudaraan, gotong royong, musyawarah, dan hidup rukun dalam keberagaman. Filosofi inilah yang menjadi dasar tema "Betang Huma Itah" pada HUT ke-69 Kalimantan Tengah.
4. Menara Talawang: Penjaga Marwah dan Arah Perjalanan
Talawang di sini merupakan perisai khas budaya Dayak yang melambangkan perlindungan dan keberanian.
Dalam logo HUT ke-69, Menara Talawang digambarkan menjulang tinggi sebagai simbol bahwa Kalimantan Tengah harus tetap kokoh menjaga kehormatan daerah dan melindungi masyarakatnya.
Menara tersebut juga melambangkan arah perjalanan menuju kemajuan tanpa meninggalkan akar budaya leluhur.
5. Burung Tingang: Martabat, Kebijakan, Doa Langit
Burung Tingang atau burung enggang merupakan hewan yang sangat dihormati dalam budaya Dayak. Burung ini melambangkan kebijaksanaan, keluhuran budi, kesetiaan, serta martabat masyarakat Dayak.
Sayap Burung Tingang yang terbentang dalam logo menggambarkan perlindungan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, mulai dari wilayah hulu hingga hilir sungai.
6. Lima Warna Adat: Jati Diri Bumi Tambun Bungai
Logo HUT ke-69 Kalimantan Tengah juga menggunakan lima warna adat yang dikenal sebagai 5 BA. Masing-masing warna memiliki makna sebagai berikut:
- Merah (Bahandang): keberanian menjaga tanah leluhur
- Hijau (Bahijau): kesuburan hutan dan kehidupan
- Kuning (Bahenda): kemuliaan dan kesejahteraan
- Hitam (Babilem): kekuatan dan keteguhan
- Putih (Baputi): kesucian dan keadilan
Kelima warna tersebut merupakan identitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah yang sarat akan nilai adat dan filosofi kehidupan.
Demikian tema, logo, dan filosofi HUT ke-69 Kalimantan Tengah yang dirayakan pada 23 Mei 2026. Dengan mengusung tema Betang Huma Itah, peringatan ini diharapkan menjadi momen untuk memperkuat persatuan masyarakat dalam keberagaman. Selamat merayakan!
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
