MC LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar Minta Maaf Usai Pernyataannya Viral

MC LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar Minta Maaf Usai Pernyataannya Viral

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 12 Mei 2026 18:20 WIB
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 - Provinsi Kalimantan Barat. (YouTube MPRGOID)
Foto: Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 - Provinsi Kalimantan Barat. (YouTube MPRGOID)
Pontianak -

Pembawa acara (MC) Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, menyampaikan permintaan maaf. Shindy mengaku menyesal atas ucapannya dalam acara tersebut yang jadi viral di media sosial.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya," ucap Shindy, dikutip detikKalimantan dari unggahan instagramnya, @shindy_mcwedding pada Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

Dalam klarifikasinya, Shindy secara khusus menyoroti pernyataannya yang menyebut, 'mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja'. Ucapan Shindy saat memandu jalannya perlombaan pada 9 Mei 2026 lalu, memicu polemik di tengah kontroversi penilaian final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar.

Ia mengakui kalimat tersebut tidak sepatutnya disampaikan dalam kapasitasnya sebagai MC kegiatan resmi.

"Yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut," lanjutnya.

Shindy menyadari ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan bagi berbagai pihak, terutama peserta dan guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak," tulisnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti perkembangan polemik tersebut.

"Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya," katanya.

Menurut Shindy, peristiwa ini menjadi pembelajaran agar dirinya lebih berhati-hati dalam menggunakan diksi saat berbicara di ruang publik.

"Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi," ujarnya.

Ia berharap permintaan maaf yang disampaikan dapat diterima dan menjadi bahan evaluasi bagi dirinya ke depan.

Sebelumnya, polemik final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar menjadi sorotan usai viralnya video penilaian juri terhadap peserta SMAN 1 Pontianak yang dinilai salah saat menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota BPK. Kontroversi itu memicu protes dari peserta, alumni, hingga masyarakat.




(aau/aau)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads