dr Gia Pratama menceritakan pengalamannya mengalami obesitas. Influencer kesehatan yang dikenal dengan kepribadian kalem dan ramah itu ternyata pernah memiliki berat badan 100 kg. Ia akhirnya serius menjalani diet setelah bertemu dengan pasien jantung.
Dilansir detikHealth, dr Gia mengungkapkan pengalamannya ini dalam talkshow di Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (7/5). Ia mengaku awalnya tidak sadar bahwa ia sudah di tahap obesitas pada saat itu.
Kemudian dr Gia bertemu dengan seorang pasien penyakit jantung yang seusia dengannya. Saat menangani pasien tersebut, dr Gia pun bertanya-tanya apakah dia akan mengalami hal serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang mentrigger harus turun BB ketika di IGD nerima pasien serangan jantung di depan muka saya, umurnya sama, ulang tahunnya sama, serangan jantung depan saya, alhamdulillah saya berhasil nyelametin pasien dengan alat pacu jantung, dalam hati ini saya bertanya 'Apakah saya berikutnya atau gimana?'" tuturnya.
dr Gia juga khawatir jika dirinya terkena serangan jantung maka akan menyulitkan orang-orang di sekitarnya. Sejak itu, dr Gia pun berkomitmen untuk diet.
"Terus saya mikir apa nanti saya serangan jantung ada yang bisa nolongin saya? Wah nggak bisa, ya sudah akhirnya ambil keputusan untuk 6 bulan saja ambil komitmen menjalankan diet," lanjutnya.
Diet yang dijalani dr Gia tidak spesifik. Ia mengaku hanya fokus pada pengurangan asupan kalori yang tadinya berlebih. Pengurangan itu dilakukan secara konsisten. dr Gia pun mengaku menjalani prosesnya pelan-pelan dan tidak instan.
"Yakin bahwa aku menggemuk tidak dalam sehari, berarti melangsing juga tidak dalam sehari, jadi butuh proses," ujarnya.
"Nggak ada jenis spesifik diet, cuma defisit kalori aja, aku tidak puasa nutrisi, tapi aku puasa kalori, jadi ada banyak makanan yang kalorinya tinggi boro-boro ada nutrisinya, nggak ada vitaminnya, nggak ada mineralnya, contohnya gorengan, seblak, ada nggak vitamin dan mineralnya? Tapi tetap saja dimakan, ini yang saya kurangi bukan nutrisinya tapi kalorinya," sambungnya.
dr Gia menjelaskan ada beragam faktor yang bisa memicu obesitas. Salah satunya adalah tidak sadar dengan apa yang dikonsumsi. Contohnya gorengan.
"Nggak sadar diri, ah ambil satu gorengan, tiba-tiba nggak sadar lima yang habis," katanya.
Baca selengkapnya di detikHealth.
(des/des)
