Viral 'Menu Diet Gratis' Tanpa Nasi di Ketapang, Kepala SPPG Terancam Dicopot

Viral 'Menu Diet Gratis' Tanpa Nasi di Ketapang, Kepala SPPG Terancam Dicopot

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 17 Feb 2026 11:30 WIB
Menu MBG di Sandai Ketapang yang viral disebut menu diet gratis.
Foto: Menu MBG di Sandai Ketapang yang viral disebut 'menu diet gratis'. (dok Istimewa)
Ketapang -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) kembali jadi sorotan. Menu yang dibagikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Sandai kepada ribuan penerima manfaat tersebut tidak disertai nasi.

Menu makanan tersebut pun viral di media sosial. Warganet bahkan menjulukinya sebagai "Menu Diet Gratis" (MDG) lantaran dinilai terlalu minim dan dinilai tidak sesuai ekspektasi penerima manfaat.

Dari foto yang beredar, menu tersebut hanya berisi lima potong kentang goreng, telur kukus, tumis wortel-jagung-kacang, beberapa butir kacang tanah goreng, serta sepotong semangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi, membenarkan menu tersebut memang didistribusikan di Kecamatan Sandai pada Jumat (13/2/2026). Dia menilainya sebagai kesalahan fatal.

"Iya, benar di Kecamatan Sandai. Ini murni kesalahan fatal dari Kepala SPPG yang memaksakan menu itu untuk didistribusikan," ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Agus menjelaskan, alasan Kepala SPPG Sandai saat itu karena ada kendala yang terjadi pada bahan baku yang dipesan. Pihak dapur kemudian memanfaatkan stok yang tersedia.

Namun, ia menegaskan secara mekanisme, bahan baku seharusnya dicek kualitas dan ditimbang agar tidak terjadi kekurangan kuantitas maupun mutu gizi.

"Pengecekan itu wajib dilakukan Kepala SPPG dan diawasi akuntan serta ahli gizi. Kalau bahan tidak tersedia atau bermasalah, seharusnya tidak dipaksakan untuk distribusi," tegasnya.

Menurut Agus, keputusan tetap membagikan menu tersebut merupakan kelalaian serius. Ia mengaku sudah menegur keras Kepala SPPG yang bertanggung jawab.

"Saya sudah marah dan kesal. Menu yang dinantikan penerima manfaat dibuat seperti itu dan tetap dipaksakan. Ini murni kesalahan fatal Kepala SPPG-nya," katanya.

Dapur SPPG Kecamatan Sandai sendiri dikelola Yayasan Gemilang Usaha Kapuas dengan total 3.330 penerima manfaat dari 13 sekolah di Kecamatan Sandai, meliputi PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.

Agus menambahkan, pihaknya kini berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah MBG Ketapang serta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan sanksi tegas atas kelalaian tersebut.

"Sampai saat ini masih berkoordinasi terkait sanksi yang akan diberikan. Kemungkinan terbesar Kepala SPPG-nya akan diganti," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Ketapang atas kejadian tersebut dan memastikan evaluasi serta pengawasan akan diperketat.

"Kami mohon maaf atas kelalaian ini. Ke depan pengawasan akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads