Beredar flyer acara debat antara Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud dan Presiden BEM KM Unmul. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membantah adanya flyer ajakan debat itu.
Dalam flyer yang beredar di media sosial, acara tersebut diselenggarakan oleh BEM KM Unmul dan seharusnya dilaksanakan sore ini, Rabu (6/5/2026) di Teras Samarinda. Turut terpampang nama presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra, bahkan turut mencatut nama Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto sebagai special guest.
Namun, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal membantah keberadaan flyer yang mengatasnamakan Gubernur Kaltim itu. Pemprov Kaltim memastikan informasi dalam flyer tersebut tidak berasal dari pihak resmi pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal juga mengatakan flyer itu dibuat tanpa konfirmasi kepada Pemprov maupun Gubernur Kaltim. Menurutnya, Gubernur disebut belum pernah menerima undangan resmi terkait agenda debat tersebut.
"Flyer itu tidak benar dan tidak pernah dikonfirmasi kepada kami," kata Faisal, Rabu (6/5/2026).
Faisal menegaskan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud juga belum pernah memberikan konfirmasi kehadiran seperti yang tercantum dalam flyer yang beredar. Saat ini, orang nomor satu di Kaltim itu juga disebut masih berada di Jakarta.
"Pak Gubernur juga belum pernah menerima undangan ataupun menyatakan hadir dalam kegiatan seperti yang beredar itu," ucapnya.
Faisal meminta masyarakat lebih berhati-hati saat menerima informasi di media sosial. Menurutnya, publik perlu memastikan informasi berasal dari sumber resmi sebelum ikut menyebarkan ke ruang publik.
"Pandai-pandailah dalam bermedia sosial. Pastikan informasi itu benar dan berasal dari sumber resmi supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman," ujarnya.
Ia mengatakan klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang telanjur beredar luas di masyarakat. Selain itu, Pemprov Kaltim juga ingin menjaga ruang publik tetap kondusif dan tidak dipenuhi informasi yang belum terverifikasi.
"Jangan langsung percaya kalau belum jelas sumbernya," pungkas Faisal.
(aau/aau)
