Cara Ampuh Cegah Dehidrasi saat Musim Kemarau di Indonesia

Cara Ampuh Cegah Dehidrasi saat Musim Kemarau di Indonesia

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Minggu, 03 Mei 2026 06:01 WIB
5 Minuman Segar yang Ampuh Atasi Dehidrasi dengan Instan
Foto: Getty Images/MarioGuti
Samarinda -

Dehidrasi sering kali dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa berdampak serius pada kesehatan jika tidak ditangani dengan tepat.

Berdasarkan penjelasan dari National Library of Medicine, dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan yang masuk. Ketidakseimbangan ini bukan hanya memicu rasa haus, tetapi juga bisa mengganggu fungsi organ, keseimbangan elektrolit, hingga sistem metabolisme tubuh.

Lebih jauh pada kelompok tertentu, terutama lansia yang paling rentan, dehidrasi memang cukup sering terjadi, bahkan mencapai 17-28% kasus. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor seperti kurang minum, memiliki penyakit kronis, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Indonesia yang mulai memasuki musim kemarau, dehidrasi jadi salah satu kondisi yang paling sering dialami oleh banyak orang, bukan hanya lansia.

Kehilangan cairan tubuh bisa berasal dari keringat berlebih, diare, muntah, atau kurangnya asupan cairan harian. Dalam kondisi ini, tubuh akan mengaktifkan berbagai mekanisme kompensasi, seperti peningkatan hormon antidiuretik (ADH) dan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron untuk mempertahankan cairan.

Gejala yang muncul pun bervariasi. Pada tahap ringan, seseorang mungkin hanya merasa haus atau lelah. Tapi jika dibiarkan, dehidrasi bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti tekanan darah rendah, kebingungan, pusing, hingga gangguan organ vital.

Agar tidak berujung pada kondisi yang lebih serius, penting untuk detikers memahami cara pencegahan dan penganganannya yang tepat.

Cara Ampuh Mencegah Dehidrasi Sejak Dini

Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menjaga tubuh tetap fit dan terhindar dari dehidrasi. Dirangkum dari laman Kementerian Kesehatan RI dan buku karya Taylor & Tripathi berjudul Adult Dehydration, berikut cara ampuh yang bisa dilakukan untuk mencegah dehidrasi:

1. Pastikan Asupan Cairan Harian Tercukupi

Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar seluruh fungsi organ berjalan optimal. Umumnya, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 2 hingga 3 liter cairan per hari.

Namun, kebutuhan ini tidak selalu sama untuk setiap orang karena dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik, kondisi cuaca, dan kondisi kesehatan. Semakin aktif seseorang atau semakin panas lingkungan, maka kebutuhan cairannya pun akan meningkat.

2. Tingkatkan Konsumsi Cairan saat Tubuh sedang Sakit

Ketika mengalami kondisi seperti demam, diare, atau muntah, tubuh kehilangan cairan lebih cepat dari biasanya. Dalam situasi ini, langkah paling penting adalah mengganti cairan yang hilang agar tidak memicu dehidrasi yang lebih parah. Mengonsumsi air putih, cairan elektrolit, atau oralit bisa membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.

3. Perhatikan Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat seperti diuretik atau pencahar dapat mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh. Jika digunakan tanpa pengawasan atau dalam jangka panjang, risiko dehidrasi bisa meningkat. Oleh karena itu, konsumsilah obat sesuai anjuran dan tetap memperhatikan asupan cairan selama mengonsumsinya.

4. Hindari Konsumsi Minuman Tertentu secara Berlebihan

Minuman berkafein, beralkohol, atau berkarbonasi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena dapat memperburuk kondisi dehidrasi. Kafein dan alkohol bersifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine, sehingga cairan tubuh lebih cepat berkurang. Gantilah minuman-minuman tersebut dengan air putih atau jus buah agar mengembalikan fungsi organ tubuh yang terdampak dehidrasi.

Rehidrasi untuk Menjaga Keseimbangan Tubuh

Ketika detikers mulai merasakan dehidrasi, tubuh membutuhkan penggantian cairan secepat mungkin. Untuk kondisi ringan hingga sedang, metode yang paling dianjurkan adalah oral rehydration therapy (ORT) atau terapi rehidrasi oral. Cara ini dinilai efektif, aman, dan tidak berbahaya.

Larutan rehidrasi oral yang direkomendasikan oleh WHO biasanya mengandung kombinasi glukosa dan elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida untuk membantu penyerapan cairan lebih optimal. Bahkan, larutan ini bisa dibuat di rumah, cukup campurkan 1 sendok teh garam dan 6 sendok teh gula dalam 1 liter air.

Pada kondisi yang lebih serius, seperti dehidrasi berat atau ketika tubuh tidak mampu menerima cairan secara oral, penanganan medis menjadi sangat penting.

Terapi cairan intravena (IV) biasanya digunakan untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan cepat. Perlu dicatat bahwa ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit.

Jenis cairan yang sering digunakan adalah larutan kristaloid isotonik seperti saline 0,9%. Dalam kondisi tertentu, cairan lain seperti lactated ringers atau larutan dengan dextrose juga dapat digunakan sesuai kebutuhan pasien.

Penanganan ini harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada lansia atau pasien dengan penyakit jantung dan ginjal, karena risiko komplikasi bisa lebih tinggi.

Untuk lebih aman, segeralah pergi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) ketika merasakan gejala dehidrasi berat.

Banyak yang masih mengira jika dehidrasi artinya kehilangan air di dalam tubuh. Padahal, elektrolit penting di dalam tubuh juga ikut berkurang. Ketidakseimbangan natrium, kalium, atau kondisi asam-basa ini dapat memicu komplikasi serius, termasuk gangguan jantung dan sistem saraf.

Misalnya, kadar natrium yang terlalu tinggi (hipernatremia) harus diturunkan secara bertahap untuk menghindari risiko pembengkakan otak. Sebaliknya, kadar natrium yang terlalu rendah (hiponatremia) juga harus ditangani dengan hati-hati agar tidak menyebabkan gangguan neurologis.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi sebenarnya bukan hal yang sulit, tetapi sering disepelekan. Jika detikers sudah memahami tanda-tanda awal dehidrasi di atas, maka risiko komplikasi bisa dihindari.

Jangan lupa penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air, ya!



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads