10 Puisi Bertema Hari Pendidikan Nasional, Penuh Semangat dan Motivasi

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 01 Mei 2026 10:00 WIB
Foto: Ilustrasi anak membaca puisi. (Polda Riau)
Samarinda -

Setiap tanggal 2 Mei, seluruh siswa dan guru se-Indonesia melaksanakan upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Di tahun 2026 ini, Hardiknas bertemakan, "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Biasanya setelah upacara bendera berlangsung, akan ada lomba-lomba yang dilaksanakan di sekolah, salah satunya lomba baca puisi bertema pendidikan.

Ajang perlombaan ini jadi bentuk merayakan Hardiknas lewat rangkaian kata yang dibacakan dengan penuh kobaran semangat. Selain itu, berbagai jenis perlombaan juga bisa mempererat ikatan antara guru dan siswa.

10 Puisi Bertema Hari Pendidikan Nasional

Berikut detikKalimantan sajikan 10 puisi bertema Hari Pendidikan Nasional yang penuh semangat dan motivasi, cocok untuk dibacakan saat lomba maupun tampil di atas podium. Puisi-puisi di bawah diambil dari buku karya anak bangsa, yaitu Jejak Asa Di Bangku Tua : Merangkai Kenangan, Menggapai Impian Jilid 2, PIJAR: Antologi Puisi Pendidikan, Antologi Sayembara Puisi Guru Renungan, dan Kumpulan Puisi Pendidikan.

1. Sekolah

Karya Septiana

Sekolah...
Banyak memori yang tersimpan di satu kata
Memori indah dan juga memalukan
Memori yang hanya didapat saat muda
Sekolah...
Tempat yang sempurna untuk menimba ilmu
Kedua ilmu pokok dan ilmu sosial
Tak lupa juga perkembangan karakter
Sekolah...
Tidak hanya ilmu yang didapat
Tapi juga kenangan bersama teman dan guru
Bermain, makan, dan bercerita bersama di kelas
Juga mendengarkan dan membantu guru
Mudah dan sulitnya mengerjakan penilaian
Senang dan sedih bersama teman di sekolah
Memori masa muda yang tak tergantikan
Hanya di sekolah.

2. Sekolah

Karya Clarissa Everine J.

12 tahun kami bersekolah
TK, SD, SMP, SMA
Hanya belajar di dalam kelas
Di belakang meja dan menatap buku yang sangat tebal
Dipaksa memahami semua materi yang disajikan
Jika tak paham, maka kami adalah bodoh.
Apa benar hanya sependek ini pemikiran mereka kepada kami?
Hei, kalian
Kami bersekolah tidak hanya untuk pandai menghitung,
Tidak hanya untuk pandai berbahasa,
Namun lebih dari itu.
Tertanda,
Kami, para murid sekolah

3. PENDIDIKAN

Karya Sriyatun

Beribu makna terkandung dalam huruf di bacaanmu
"Pendidikan"
Pondasi kokoh peradaban bangsa
Empati dan etitut
tercermin
dalam jabaran
dan
pelaksanaanmu
Negeri maju dan berkembang karena tuntunan
Dedikasi diri untuk kemajuan dan kemandirian bangsa
Indeks prestasi dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan adalah tujuan utama
Dunia luas dinaungi kemajuan teknologi menjadi tantangan
terbesar
Inspirasi dari setiap insan yang bernaung di duniamu
menjadi pemenang
Koreksi adalah semangat untuk melihat peluang
Antarkan bangsa menuju peradaban besar yang mampu
bersaing
Nominasi tertinggi mampu bangsa raih bila maknanya
dalam penerapan
Itulah pendidikan bagiku
Pendidikan yang berkarakter dalam etika
Pendidikan yang berspiritual dalam tindakan
Pendidikan yang bersosial dalam pergaulan

4. Belok Sedikit di Perempatan

Karya Ermila Yenni, S.Pd.

Berjalan lurus kedepan, tak membuatmu sampai dimanapun
Kau harus agak belok kekiri di ujung perempatan
Kadang kau harus menengok keatas, ke burung elang dan awan
Sesekali berhenti sebentar, akan membuatmu teringat angin dan rerumputan yang telah kau tinggalkan
Jangan ragu untuk mundur sebentar, memberi jarak untuk hatimu
Kan kau temukan celah disana, di atas puing itu, sekuntum bunga, tangkai berduri tiga
Kelak,
Akan Kau temukan secangkir madu di jalanmu

5. Ajari AKU

Karya Ilham, S.Pd.

Di waktu kecilku, aku ingin kau...
Ajari aku membaca, agar aku bisa melihat dunia
Ajari aku bicara, agar aku bisa merangkai kata
Ajari aku menuiis, agar aku bisa menyusun aksara
Pada saat aku bisa Melihat Dunia,
Merangkai kata,
Menyusun aksara,
Aku ingin kau...
Ajari aku menapak, agar aku tidak salah haluan
Ajari aku berhitung, agar aku menempuh untung
Ajari aku membagi, agar aku bisa berbagi
Ajari aku bernyanyi, agar hidupku tidak terasa sunyi
Dan jangan kau lupa
Ajari aku juga mengaji, agar hidupku penuh arti
Aku tidak ingin hidupku di sana terasa sepi
Jangan pula kau lupa
Ajari aku sembahyang, agar aku mengenal Tuhan
Aku tidak ingin selalu mengejar bayang-bayang
Ku ingin di akhir cerita menjadi hamba tersayang
Kau telah mengukir prestasi
Yang takkan hilang di telan zaman

6. Bebasku

Karya F.X. Widyana Wadas H., S.Si.

Pagi merekah
Lalu lintas padat
Keriangan bergulir
Tangis rengekan anak kecil
Tak mau di tinggal emaknya
Umurnya masih 5 tahun
Dan dia harus sudah menatap
Rumus-rumus matematika
Dan ilmu alam
Jiwanya masih ingin bebas
Bermain mobil-mobilan
Dan berlarian
Wajahnya letih
Namun masih tersenyum

7. Wasiat Seorang Guru

Karya Trihartati

Anakku, ini wasiatku
Bila cintamu pada ilmu telah menyatu
Buktikan kau mampu berburu
Ke tengah rimba raya
Susuri jalan belukar
Jangan tersesat dalam putus asa
Bila pagi tantanglah matahari
Kau harus lebih dahulu menepati janji
Menjemput cahaya-Nya
Kala terik matahari mendidihkan ubun-ubun
Berpikirlah pada kesungguhan
Hiduplah untuk berjuang
Dan ketika petang merambang
Ingatlah ilmu tak akan datang
Maka jemput dengan pencarian
Inilah wasiatku, anakku
Sebelum batang waktu menua
Sebelum hilang nyawa
Berbekallah dengan ilmu yang berguna
Ayunlahh langkah menuju cita mulia

8. Puisi Matematikaku

Karya Yulianti Sri Rahayu, S.Pd.

Ada lagu anak: "Satu di tambah satu sama dengan dua
dua ditambah dua sama dengan empat"
"Anak ayam turun sepuluh mati satu tinggal sembilan
Anak ayam turun sembilan mati satu tinggal berapa?"
Wahai kawanku !
Mari kita lakukan perkalian
Bilangan positif dikali bilangan positif adalah positif
Bilangan positif dikali bilangan negatif adalah negatif
Bilangan negatif dikali bilangan positif adalah negatif
Bilangan negatif dikali bilangan negatif adalah positif
Kawanku sekalian!
Jika positif adalah benar dan negatif adalah salah, maka mari kita terapkan dalam hidup ini perkalian di atas.
Jika perbuatan si A benar kita mengatakan benar maka
tindakan itu adalah benar
Jika perbuatan si A benar kita mengatakan salah maka
tindakan itu adalah salah
ika perbuatan si A salah kita mennazakann benar maka
JiKa perbuatan si A salah kita mengatakan salah maka
tindakan itu adalah benar
Oh Ya?
Camkan itu baik-baik.

9. Kenangan Sekolah

Karya Rivky Raffael

Sekolah tanpa plogat, sunyi terasa,
Di meja yang kosong, tak ada deru suara,
Tinta di papan tak lagi berlari,
Guru dan murid, tidak lagi saling beri.
Buku-buku bergeletak, sunyi di rak,
Tak ada tawa, tak ada jejak,
Jalanan sepi, tak ada langkah,
Sekolah seakan hilang dalam lengan yang lelah.
Namun di dalam hening, ada harap,
Sekolah kembali, penuh semangat yang rapat,
Tanpa plogat, tapi dengan hati,
Ilmu dan cinta tak pernah mati.

10. Lingkungan Sekolah

Karya Ridho Kurniawan

Di tanah sekolah, tempat kami berpijak, luasnya ruang,
Penuh harapan yang tak pernah padam, pohon-pohon tumbuh
Dengan gagah, memberi naungan, tempat berteduh dari
Terik matahari
Di lorong - lorong, langkah kami bergema, suara tawa dan canda,
Menyatu dalam kebersamaan, di kelas - kelas penuh ilmu dan
Semangat, kami belajar, tumbuh, dan saling mengisi.
Setiap sudut cerita tentang persahabatan, tentang ketua kelas,
Dan mimpi yang tak kenal lelah, disini, kami
Diajarkan untuk berdiri dengan kepala tegak,
Menghargai setiap ide, karya dan ciptaan yang ada.

Puisi-puisi di atas menggambarkan bahwa pendidikan adalah hal yang penting berisi pelajaran hidup, perjuangan , dan nilai-nilai yang akan terus tumbuh membawa harapan.

Yuk, rayakan Hardiknas 2026 dengan penuh semangat demi masa depan yang cerah!



Simak Video "Video: Pemprov DKI Beri Bantuan Rp 2,2 M ke 110 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera "

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork