Ada Piala Dunia Balap Sperma di AS, Apa Faedahnya?

Internasional

Ada Piala Dunia Balap Sperma di AS, Apa Faedahnya?

Sarah Oktaviani Alam - detikKalimantan
Rabu, 29 Apr 2026 10:36 WIB
Ilustrasi Sperma
Ilustrasi sperma/Foto: Shutterstock
Balikpapan -

Pria dari berbagai negara diajak mengadu kecepatan sperma dalam ajang bertajuk 'Piala Dunia Balap Sperma 2026'. Hadiah utamanya US$100.000 atau sekitar Rp 1,7 miliar.

'Balap sperma' disebut sebagai kompetisi berbasis sains yang dikemas layaknya olahraga profesional. Sebanyak 128 sampel sperma dari negara berbeda akan dipertandingkan di lintasan mikroskopis di San Francisco, Amerika Serikat, pada Mei 2026.

Peserta mengirimkan sampel sperma yang kemudian diproses di laboratorium menggunakan teknik seperti inkubasi, pencucian sperma, pipet, dan sentrifugasi. Salah satu pendiri acara, Eric Zhu, menjelaskan proses tersebut bertujuan mengisolasi sel sperma yang paling layak untuk dilombakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu sperma akan dipacu di lintasan mikrofluida sepanjang 400 mikron atau sekitar 0,02 inci, kira-kira seukuran butiran garam. Arus mikro di dalam saluran dibuat menyerupai hambatan, sehingga tiap sampel diuji hingga batas maksimal kemampuannya.

Bagaimana Kriteria Pemenangnya?

Pemenang ditentukan dari spermatozoa yang pertama kali melewati garis finis. Pemilik sperma tercepat akan membawa pulang hadiah sekitar Rp 1,7 miliar.

Seperti turnamen sepak bola, 128 peserta akan menjalani babak kualifikasi, lalu masuk fase gugur hingga tersisa satu juara. Kompetisi juga akan disiarkan secara online menggunakan kamera resolusi tinggi.

Penonton bisa melihat papan skor, progres lomba, hingga data kesehatan peserta seperti komposisi tubuh dan biomarker. Menurut pendiri lain, Shane Fan, ajang ini telah menarik lebih dari 10 ribu pelamar dari seluruh dunia. Itu termasuk dari Amerika Serikat, Iran, Israel, hingga Korea Utara.

Aturannya, peserta harus berusia minimal 18 tahun, bebas penyakit menular seksual, dan memenuhi syarat kewarganegaraan atau keturunan dari negara yang diwakili. Negara dengan populasi besar diperkirakan lebih kompetitif. Maka dari itu, penyelenggara juga mendorong peserta mempertimbangkan mewakili negara yang kurang populer agar peluang lolos lebih besar.

Walau terdengar nyeleneh, penyelenggara mengklaim tujuan utama acara ini adalah meningkatkan kesadaran soal kesuburan pria. "Ini tentang menjadikan kesuburan pria sebagai sesuatu yang benar-benar ingin dibicarakan, dilacak, dan ditingkatkan oleh orang-orang," tulis Zhu, dikutip dari NYPost.

Pihaknya menyoroti penurunan kualitas sperma global dalam beberapa dekade terakhir. Berdasarkan data yang dikutip penyelenggara, konsentrasi sperma pria di dunia turun lebih dari 50 persen antara 1973 hingga 2018. Angkanya dari 101 juta menjadi 49 juta sperma per mililiter air mani.

Penurunan ini diduga berkaitan dengan obesitas, gaya hidup sedentari, merokok, serta paparan bahan kimia dan pestisida tertentu.

Sebelum ajang tingkat dunia digelar, kompetisi serupa pernah dilakukan di Los Angeles pada April 2025. Saat itu dua mahasiswa berlomba memperebutkan hadiah US$10 ribu atau sekitar Rp 172 juta. Catatan tercepat diraih Tristan Mykel dari University of Southern California dengan kecepatan sperma disebut 1 menit 3 detik.

Artikel ini sebelumnya tayang di detikHealth dengan judul Kompetisi 'Balap Sperma' Digelar di AS, Bawa Pesan Kesadaran Kesuburan Pria.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads