Pria dan anak laki-lakinya di Kanada dilarang donor sperma. Sebab keduanya diduga telah menjadi ayah biologis dari 600 anak.
Berdasarkan dokumen hukum di Pengadilan Tinggi Quebec, pada 18 Maret 2026, seorang wanita menuding pria bernama Philippe Normand dan Dominik Seelos menyediakan sperma mereka untuk banyak perempuan agar bisa memiliki anak di luar klinik fertilitas yang legal.
Ia yang tidak disebutkan namanya menyebut ketika dirinya setuju menggunakan donor sperma dari Normand dan Seelos, mereka memberikan informasi yang tidak benar mengenai jumlah anak yang sudah lahir dari donasi mereka. Penggugat itu juga menuduh keduanya berjanji akan membatasi jumlah donasi mereka pada jumlah keluarga atau anak tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dokumen itu disebutkan Normand diduga setuju membatasi donasinya maksimal untuk 10 keluarga, dengan pengecualian untuk menyelesaikan keluarga yang sudah lebih dulu memulai proses. Sementara itu, Seelos dibatasi maksimal 25 anak, dengan pengecualian serupa.
"Janji-janji tersebut memengaruhi keputusan penggugat untuk menggunakan materi reproduksi mereka," demikian isi dokumen hukum tersebut dikutip detikHealth dari People, Rabu (1/4/2026).
Perempuan yang menggugat itu memiliki empat anak dari donor Sperman Normand dan Seelos. Tiga anak pertamanya lahir tahun 2009-2012 menggunakan sperma Normand, dan satu anak lahir di 2017 dengan sperma Seelos.
Beberapa tahun kemudian, ia tahu Normand adalah ayah dari Seelos. Informasi tersebut juga disembunyikan dari perempuan tersebut.
Ketika menyelidiki lebih jauh, ia menemukan donasi Normand diduga menghasilkan setidaknya 162 anak atau kehamilan dalam sekitar 90 keluarga. Sementara itu, donasi Seelos diduga menghasilkan sekitar 451 anak atau kehamilan.
Wanita tersebut kemudian mengajukan permohonan agar pengadilan secara permanen melarang dua pria tersebut mendonorkan sperma kepada pihak ketiga.
Sementara itu, Normand dan Seelos menolak tuduhan tersebut. Mereka juga membantah pernah membuat kesepakatan mengenai jumlah anak yang akan dihasilkan dari donasi sperma mereka.
Namun Pengadilan mengabulkan permohonan tersebut. Normand dan Seelos dilarang mendonorkan sperma kepada pihak mana pun, serta tidak diperbolehkan menghubungi atau mengiklankan donasi mereka kepada calon penerima.
Salinan putusan juga harus diberikan kepada klinik tempat mereka pernah mendonorkan sperma. Tidak diketahui apakah Normand atau Seelos memiliki perwakilan hukum untuk memberikan pernyataan atas nama mereka.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/bai)
