Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Provinsi ini resmi dibentuk pada 9 Januari 1957 berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang pembentukan daerah-daerah otonom di Kalimantan. Saat pertama kali berdiri, wilayah Kalimantan Timur masih sangat luas karena bergabung dengan Kalimantan Utara.
Saat awal terbentuk, sistem pemerintahan di Kalimantan Timur belum seperti sekarang. Gubernur ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat sebelum akhirnya dipilih melalui DPRD dan kemudian lewat pemilihan langsung oleh rakyat. Gubernur pertama Kalimantan Timur adalah A.P.T. Pranoto yang menjabat sejak provinsi ini dibentuk pada 1957.
Seiring berjalannya waktu, Kalimantan Timur berkembang menjadi daerah yang dikenal dengan kekayaan minyak, gas, batu bara, dan hasil hutan, hingga saat ini menjadi lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar gubernur Kalimantan Timur dari masa ke masa.
1. A.P.T. Pranoto
Gubernur Kaltim 1957-1961 APT Pranoto. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 1957-1959 dan 1959-1961
A.P.T. Pranoto merupakan gubernur pertama Kalimantan Timur setelah provinsi ini resmi dibentuk. Pranoto punya peran besar dalam membangun pemerintahan provinsi yang saat itu masih baru. Pada masa kepemimpinannya, struktur pemerintahan daerah mulai dibentuk dan hubungan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten mulai diperkuat.
2. Inche Abdoel Moeis
Gubernur Kaltim 1959 Inche Abdoel Moeis. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 3 Maret 1959-27 Mei 1959
Inche Abdoel Moeis hanya menjabat dalam waktu singkat, yakni dari 3 Maret hingga 27 Mei 1959. Ia berperan sebagai kepala daerah sementara pada masa transisi pemerintahan Kalimantan Timur. Setelah masa transisi tersebut selesai, A.P.T. Pranoto kembali melanjutkan jabatannya sebagai gubernur hingga 1961. Namanya saat ini diabadikan sebagai rumah sakit IA Moeis Samarinda.
3. Prodjosoemarto
Gubernur Kaltim 1961-1962 Prodjosoemarto. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Prodjosoemarto menjabat sebagai kepala daerah sementara Kalimantan Timur setelah berakhirnya masa jabatan A.P.T. Pranoto. Ia memimpin pada masa transisi pemerintahan sebelum Abdoel Moeis Hassan resmi dilantik sebagai gubernur pada 1962.
4. Abdoel Moeis Hassan
![]() |
Masa jabatan: 1962-1966
Abdoel Moeis Hassan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pembangunan awal Kalimantan Timur. Sebelum menjadi gubernur, Abdoel Moeis membawa Kalimantan Timur bergabung ke dalam NKRI melalui organisasi Ikatan Nasional Indonesia dan Front Nasional. Saat menjabat pada 1962-1966, ia juga berperan dalam pendirian Universitas Mulawarman pada 1962. Namanya kini diabadikan menjadi salah satu jalan utama di Samarinda.
5. Soekadio
![]() |
Masa jabatan: 1966-1967
Soekadio memimpin Kalimantan Timur pada masa peralihan politik setelah pergantian dari Orde Lama ke Orde Baru. Masa jabatannya singkat, tetapi penting karena harus menjaga stabilitas daerah di tengah perubahan politik nasional.
6. Abdul Wahab Sjahranie
Gubernur Kaltim 1967-1978 Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 1967-1978
Abdul Wahab Sjahranie (AWS) merupakan salah satu gubernur terlama di Kalimantan Timur karena memimpin sejak 1967 hingga 1978. Pada masa kepemimpinannya, sektor minyak dan gas berkembang pesat, terutama di wilayah Balikpapan dan Kutai yang menjadi pusat ekonomi daerah. AWS juga mendorong program transmigrasi dan pembukaan kawasan baru untuk mempercepat pembangunan wilayah di Kalimantan Timur.
Di bidang kesehatan, ia berjasa memindahkan rumah sakit lama peninggalan Belanda yang berada di Emma Straat atau yang kini menjadi Jalan Gurami di kawasan Selili, Samarinda. Rumah sakit itu sebelumnya dikenal sebagai Landschap Hospital dan lahannya saat ini menjadi bagian dari Rumah Sakit Islam Samarinda.
Pada 1977, pelayanan rumah sakit dipindahkan ke kawasan Segiri agar lebih luas dan mudah berkembang. Rumah sakit tersebut kemudian menjadi RSUD Abdul Wahab Sjahranie, rumah sakit daerah rujukan terbesar di Kalimantan Timur.
7. Erry Soepardjan
Gubernur Kaltim 1978-1983 Erry Soepardjan. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 1978-1983
Erry Soepardjan melanjutkan pembangunan infrastruktur dan sektor ekonomi di Kalimantan Timur. Pada masa ini, sektor pertambangan mulai semakin berkembang dan menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah.
8. Soewandi Roestam
Gubernur Kaltim 1983-1988 Soewandi Roestam. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 1983-1988
Soewandi dikenal sebagai gubernur yang fokus pada pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur. Salah satu proyek terbesarnya adalah pembangunan Jembatan Mahakam yang mulai dibangun pada 1983. Soewandi melakukan pemancangan tiang pertama jembatan tersebut pada 6 Oktober 1983. Jembatan itu kemudian diresmikan pada 1986 dan menjadi penghubung penting antara pusat Kota Samarinda dengan Samarinda Seberang.
Baca juga: Menilik Sejarah Dwifungsi ABRI di Benua Etam |
9. Muhammad Ardans
Gubernur Kaltim 1988-1998 Muhammad Ardans. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 1988-1993 dan 1993-1998
Ardans dikenal karena berasal dari kalangan birokrat daerah. Ia memulai karier sebagai staf di Kantor Gubernur Kaltim, lalu menjadi Kepala Biro Ekonomi, Kepala Biro Hukum, hingga Sekretaris Wilayah Daerah sebelum akhirnya menjadi gubernur. Ardans mendapat banyak penghargaan, seperti Satyalancana Karya Satya pada 1991, Bintang Pembangunanpada 1994, dan Bintang Mahaputera Utama pada 1997. Namanya juga diabadikan menjadi nama jalan lingkar utama di Samarinda, yaitu Jalan Ring Road Muhammad Ardans.
10. Suwarna Abdul Fatah
Gubernur Kaltim 1998-2006 Suwarna Abdul Fatah. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 1998-2003 dan 2003-2006
Suwarna Abdul Fatah memimpin Kalimantan Timur pada masa reformasi, ketika sistem otonomi daerah mulai diterapkan. Pada masa kepemimpinannya, pemerintah provinsi mendapat kewenangan lebih besar untuk mengelola anggaran, sumber daya alam, dan pembangunan daerah. Sebelumnya ia juga pernah menjadi wakil gubernur bidang ekonomi dan pembangunan.
Selama menjabat, Suwarna mendorong pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Namun, akhir masa jabatannya diwarnai kontroversi karena ia dinonaktifkan pada 2006 akibat dugaan kasus korupsi, termasuk kasus illegal logging, pembelian pesawat Air Van, renovasi rumah dinas gubernur, dan pembangunan Stadion Madya Sempaja.
11. Yurnalis Ngayoh
Gubernur Kaltim 2006-2008 Yurnalis Ngayoh. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 2006 dan 10 Maret 2008-25 Juni 2008
Yurnalis Ngayoh pernah menjabat sebagai pelaksana tugas gubernur pada masa transisi pemerintahan. Ia bertugas menjaga jalannya pemerintahan sebelum gubernur terpilih.
12. Awang Faroek Ishak
Gubernur Kaltim 2008-2018 Awang Faroek Ishak. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 2008-2013 dan 2013-2018
Awang Faroek Ishak memimpin Kalimantan Timur selama dua periode. Awang Faroek memulai proyek-proyek besar di masa kepemimpinannya, seperti Tol Balikpapan-Samarinda. Jalan tol pertama di Kalimantan itu memiliki panjang sekitar 97 kilometer dan memangkas waktu tempuh antara Balikpapandan Samarinda dari 3-4 jam menjadi sekitar 1,5-2 jam. Ia juga menggagas pembangunan Jembatan Mahakam IV yang mulai dibangun pada 2012 untuk mengurangi kemacetan di Kota Samarinda.
Selain itu, di bawah kepemimpinannya juga dibangunBandara APT Pranoto yang mulai beroperasi pada 24 Mei 2018 menggantikan Bandara Temindung. Ia juga mendorong pembangunan Bandara Maratua, program Beasiswa Kaltim Cemerlang, serta pengembangan jalan dan jembatan di daerah perbatasan.
Namun, akhir karier politiknya juga diwarnai kontroversi. Awang Faroek pernah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi divestasi saham PT Kaltim Prima Coal senilai Rp576 miliar saat masih menjabat Bupati Kutai Timur, meski kasus itu kemudian dihentikan karena kurang bukti. Pada 2024, namanya kembali terseret dalam penyidikan dugaan korupsi izin usaha pertambangan di Kalimantan Timur oleh KPK.
13. Isran Noor
Gubernur Kaltim 2018-2023 Isran Noor. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 2018-2023
Isran Noor atau yang biasa disapa Kai ini memimpin Kalimantan Timur pada periode penting ketika wilayah ini ditetapkan sebagai lokasi pembangunan IKN Nusantara.
Isran dikenal sebagai salah satu tokoh daerah yang aktif meyakinkan pemerintah pusat bahwa Kalimantan Timur layak menjadi lokasi ibu kota baru. Ia sering menekankan bahwa Kaltim dipilih karena minim risiko gempa bumi, memiliki infrastruktur yang relatif lengkap, serta kondisi sosial yang stabil.
Isran bahkan menyebut pembangunan IKN sebagai momentum kembalinya kejayaan Kutai dan beberapa kali menegaskan bahwa dirinya akan berada di barisan terdepan untuk membela kelanjutan pembangunan IKN.
Selain soal IKN, Isran juga dikenal karena mengubah program Beasiswa Kaltim Cemerlang menjadi Beasiswa Kaltim Tuntas. Program ini diperluas agar lebih banyak pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu bisa memperoleh bantuan pendidikan hingga tuntas di bangku perkuliahan.
Pada masa pemerintahannya, Kaltim juga memperoleh dana kompensasi karbon dari program pengurangan emisi hutan dan deforestasi, sesuatu yang cukup penting karena Kalimantan Timur memiliki kawasan hutan yang luas. Ia juga dikenal sebagai satu-satunya gubernur yang secara terbuka menolak rencana penghapusan tenaga honorer di daerah.
14. Rudy Mas'ud
Gubernur Kaltim 2024-2029 Rudy Mas'ud. Foto: Dok. Kumpulan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Timur |
Masa jabatan: 2024-2029
Saat ini Kalimantan Timur dipimpin oleh Rudy Mas'ud sejak Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya, Seno Aji. Pasangan ini memperoleh sekitar 55,7 persen suara dan membawa sejumlah program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.
Salah satu program unggulannya adalah Gratispol. Program ini mencakup bantuan seragam sekolah gratis, bantuan pendidikan, layanan kesehatan gratis, bebas biaya administrasi kepemilikan rumah, biaya internet gratis, dan umroh gratis bagi mabrot atau penjaga masjid.
Di balik itu, awal masa kepemimpinannya juga diwarnai sejumlah kontroversi. Salah satunya terkait pengadaan mobil dinas baru untuk gubernur dan wakil gubernur yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Selain itu, renovasi rumah jabatan gubernur juga sempat menjadi sorotan karena menelan anggaran besar di tengah efisiensi belanja daerah.
Rudy kerap dikaitkan dengan isu dinasti politik karena adiknya, Hasanuddin Mas'ud, menjabat sebagai Ketua DPRD Kalimantan Timur, sementara keluarga besarnya juga memiliki pengaruh besar pengaruh besar di dunia politik dan bisnis daerah. Meski begitu, Rudy menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Simak Video "Video Gubernur Kaltim Didemo, Golkar Ingatkan Kadernya Peka"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)














