Video ucapan terima kasih dari sejumlah sekolah di Kalimantan Timur setelah menerima bantuan seragam gratis menuai perdebatan di media sosial. Ada yang menilai sebagai bentuk apresiasi, namun tak sedikit pula yang menganggapnya sarat kepentingan politik.
Perbincangan itu mencuat setelah beberapa sekolah mengunggah video testimoni terkait program bantuan seragam gratis yang merupakan bagian dari program Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Alih-alih mendapat respons positif sepenuhnya, sejumlah unggahan justru menuai kritik dari warganet. Beberapa komentar di media sosial, termasuk pada akun SMA Negeri 1 Samarinda, menilai bahwa konten tersebut berpotensi membawa unsur politisasi di lingkungan pendidikan.
Menanggapi polemik itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin menegaskan bahwa tidak ada instruksi resmi dari dinas kepada sekolah untuk membuat video ucapan terima kasih.
"Sebagai organisasi perangkat daerah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, kami juga punya kewajiban menyampaikan pertanggungjawaban kepada publik," ujar Armin, Kamis (16/4/2026)
Armin menyebut publik berhak mengetahui sejauh mana program pemerintah berjalan, mengingat sumber anggarannya berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, ketika sekolah menyampaikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh siswa, hal tersebut dapat dilihat sebagai bentuk keterbukaan informasi.
"Selama ini ruang publik lebih banyak berisi kritik kepada pemerintah. Tidak ada yang salah ketika sekolah juga menunjukkan program yang sudah dirasakan langsung oleh siswa," jelasnya.
Simak Video "Video Persija Vs Persib: Adam Alis Pahlawan Kemenangan Maung Bandung"
(des/des)