Internasional

Mental Trump Jadi Sorotan sebagai Dampak Perang AS-Iran

Sarah Oktaviani Alam - detikKalimantan
Rabu, 08 Apr 2026 11:30 WIB
Presiden AS Donald Trump/Foto: Alex Brandon/Pool/AP
Balikpapan -

Kontroversi bermula dari unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu Paskah, yang berisi peringatan kepada Iran terkait Selat Hormuz.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan... Buka Selat sialan itu, dasar bajingan gila, atau kau akan tinggal di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," tulis Trump.

Menanggapi unggahan tersebut, banyak kritik yang mengatakan kesehatan mental Trump mungkin perlu diperiksa. Tetapi Trump menunjukkan sikap tak ambil pusing.

"Saya tidak peduli dengan para kritikus," jawabnya yang dikutip detikHealth dari Wonderwell.

Suara Pakar Medis

Banyak profesional medis yang turut menyuarakan kekhawatirannya. Dokter kesehatan masyarakat di Amerika, Dr Vin Gupta menilai ada tanda-tanda yang patut diwaspadai.

"Tidak menentu. Tidak dapat menyelesaikan kalimat, sering bingung, alur pikir yang tidak logis, hingga kesulitan menemukan kata-kata. Presiden menunjukkan semua tanda-tanda demensia," jelas Dr Gupta.

Psikolog John Gartner juga menyoroti tes kognitif yang disebut berulang dilakukan Trump. "Jika Anda memberikannya tiga kali, itu berarti Anda sedang memantau demensia," ucapnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, demensia menggambarkan sekelompok gejala yang mempengaruhi ingatan, pemikiran, dan kemampuan sosial. Salah satu gejala awalnya adalah kehilangan ingatan. Selain itu, gejala lain dari demensia bervariasi tergantung pada penyebabnya.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: AS-Iran Perang Lagi, Piala Dunia Terakhir Ronaldo"


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork