Tentang Legenda Kelinci dan Telur dalam Perayaan Paskah

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Jumat, 03 Apr 2026 11:30 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Koberska
Balikpapan -

Paskah adalah hari raya bagi umat Kristiani. Paskah dirayakan umat Kristiani untuk memperingati kebangkitan Isa Almasih atau Yesus Kristus, pada hari Minggu setelah hari Jumat Agung.

Sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Baru yang menyebutkan peristiwa tersebut terjadi tiga hari setelah Yesus disalib oleh orang Romawi di Provinsi Yudea pada 26-36 M.

Penyaliban Yesus diperingati sebagai Jumat Agung. Sementara itu hari kebangkitan Yesus, tiga hari setelah penyaliban diperingati sebagai hari Paskah.

Paskah tidak memiliki tanggal dan bulan tetap. Perayaan ini merupakan puncak dari perjalanan rohani umat Kristen setelah menjalani masa Prapaskah selama 40 hari.

Paskah jatuh pada Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang mengikuti penanggalan kalender lunar, sehingga tanggalnya bervariasi setiap tahun. Hari Perayaan Paskah selalu berubah-ubah namun berada di antara bulan Maret dan April.

Untuk memahami hubungan antara kelinci, telur, dan hari raya Paskah, simak ulasannya disarikan dari laman History, ABC, Britannica dan Twinkl.

Tentang Legenda Kelinci dalam Paskah

Hari Raya Paskah menjadi yang terakhir dari perayaan pekan suci umat Kristiani. Dirangkum dari laman History dan beragam literatur lainnya, kelinci Paskah telah menjadi simbol populer dari hari raya umat Kristen satu ini.

Tak ada asal-usul yang pasti terkait kelinci Paskah. Namun kelinci sudah menjadi simbol kuno kesuburan dan kehidupan baru.

Kelinci paskah diceritakan sebagai pembawa telur atau coklat pada anak-anak. Kelinci Paskah diperkenalkan pada zaman pra-Kristen Jerman. Kisah pertama seekor kelinci (yang kemudian diberi nama "Kelinci Paskah") yang menyembunyikan telurnya di sebuah taman, diterbitkan pada tahun 1680.

Kisah kelinci Paskah pertama kali terdengar di Amerika pada 1700-an, saat imigran Jerman yang menetap di Pennsylvania dan mengangkut tradisi kelinci bertelur. Tradisi ini disebut "Osterhase" atau "Oschter Haws".

Tradisi tersebut kemudian menyebar ke seluruh Amerika Serikat. Begitu pula dengan dongeng kelinci Paskah. Hal ini turut disertai dengan pembagian coklat dan jenis permen dan hadiah lainnya, juga keranjang yang dihias sebagai pengganti sarang telur kelinci.

Dirangkum dari situs BBC, kisah kelinci Paskah disebut berhubungan dengan tradisi Pagan, dan diperkirakan telah menjadi umum di abad ke-19. Kelinci biasanya melahirkan banyak bayi, yang kemudian dipandang sebagai simbol kehidupan baru.

Beberapa legenda mengatakan bahwa kelinci Paskah bertelur, menghias dan menyembunyikan telur untuk anak-anak yang baik, karena mereka juga merupakan simbol kehidupan baru. Inilah sebabnya mengapa beberapa anak mungkin menikmati perburuan telur Paskah sebagai bagian dari festival.

Sementara itu dalam situs ABC Australia dijelaskan, sejumlah orang percaya jika perayaan Paskah atau Easter, dimulai oleh tradisi kaum pagan untuk memperingati Eostre, dewi musim semi dan fertilitas.

Dewi tersebut memiliki seekor hare, sejenis kelinci. Hewan ini juga menjadi simbol Easter karena dikenal mampu berkembang biak dengan cepat dan banyak. Seiring dengan waktu hewan hare diganti dengan kelinci.




(aau/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork