Tak terasa sebentar lagi umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Easter Sunday atau Hari Paskah. Biasanya, perayaan Paskah identik dengan keberadaan telur. Apa makna telur dalam Hari Paskah sebenarnya?
Pada 2026 ini, perayaan Hari Paskah jatuh pada hari Minggu (5/4/2026). Sebelum Paskah, akan ada peringatan wafatnya Yesus Kristus atau dikenal dengan Jumat Agung.
Lantas, kenapa perayaan Paskah itu selalu identik dengan telur?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Telur Menjadi Simbol Paskah
Hari Paskah dimaknai sebagai perayaan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya. Adapun kehadiran telur Paskah melambangkan kebangkitan tersebut, sekaligus menjadi simbol kehidupan baru.
Tradisi dan simbol Paskah telah berkembang pesat seiring waktu, meskipun beberapa di antaranya sudah dipraktikkan sejak berabad-abad lalu. Bagi umat Kristiani, Paskah tetap menjadi momen suci untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus.
Dilansir dari laman History, salah satu simbol sekuler yang paling menonjol dari perayaan Paskah adalah kelinci Paskah (Easter Bunny). Menurut catatan sejarah, tradisi ini pertama kali diperkenalkan ke Amerika oleh para imigran asal Jerman.
Kala itu, para imigran membawa cerita rakyat dan legenda dari kampung halaman mereka tentang seekor kelinci yang bisa bertelur. Seiring waktu, karakter kelinci pembawa telur ini menjadi populer dan terus melekat pada kemeriahan perayaan Paskah.
Meskipun Paskah merupakan hari raya keagamaan, beberapa kebiasaannya, seperti telur Paskah, kemungkinan besar memiliki akar dari tradisi pagan kuno. Telur telah lama dipandang sebagai lambang kehidupan baru dan erat kaitannya dengan festival pagan yang merayakan datangnya musim semi setelah musim dingin yang panjang.
Tradisi dan Makna Dekorasi Telur pada Hari Paskah
Dari sudut pandang Kristen, telur Paskah kemudian ditafsirkan sebagai simbol kebangkitan Yesus dan keluarnya dari kubur. Tradisi mendekorasi telur untuk Paskah diyakini telah ada setidaknya sejak abad ke-13.
Dulunya, telur termasuk makanan yang dilarang selama masa pra-Paskah. Sebagai gantinya, orang-orang melukis dan menghias telur untuk menandai berakhirnya masa penebusan dosa dan puasa. Telur-telur yang telah dihias itu kemudian dikonsumsi bersama-sama pada hari Paskah sebagai bentuk perayaan.
Meskipun telur telah memiliki makna sejarah, umat Kristen awal mengadopsi dan mengubahnya menjadi simbol yang sarat makna untuk merayakan Paskah. Paskah dimaknai sebagai perayaan kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian pada hari ketiga.
Bagi umat Kristiani, telur merupakan simbol yang paling sempurna untuk menggambarkan kebangkitan Yesus. Kulit telur diibaratkan sebagai batu makam tempat Yesus dimakamkan, sementara ketika telur itu pecah, hal ini melambangkan Yesus yang bangkit dari kematian dan keluar dari makam-Nya.
Sama seperti anak ayam yang memecahkan kulit telur untuk memulai kehidupan baru, Yesus mematahkan belenggu maut untuk memberikan kehidupan yang kekal.
Telur juga direpresentasikan sebagai simbol kehidupan baru bagi umat Kristiani. Dari luar, telur tampak sebagai benda diam dan mati, namun di dalamnya terdapat kehidupan baru yang sedang tumbuh.
Merayakan Paskah di Indonesia
Dilansir detikNews, umat Kristiani di Indonesia biasanya akan merayakan hari Paskah, yang diawali dengan beberapa rangkaian perayaan dalam Pekan Suci, yakni Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.
Berdasarkan kalender liturgi Kristen-Katolik, Minggu Paskah pada 2026 akan jatuh pada Minggu, 5 April 2026. Berikut jadwal rangkaian Pekan Suci:
Kamis Putih: 2 April 2026
Jumat Agung: 3 April 2026
Sabtu Suci: 4 April 2026
Minggu Paskah: 5 April 2026
Nah, itulah sejarah singkat tradisi dan makna dekorasi telur dalam Hari Paskah. Selamat Paskah bagi detikers yang merayakan!
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(crt/faz)











































