Antrean BBM Mengular Berhari-hari di Kalbar: Ricuh hingga Ditangkap

Round-up

Antrean BBM Mengular Berhari-hari di Kalbar: Ricuh hingga Ditangkap

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Sabtu, 21 Mar 2026 07:00 WIB
Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah meminta keterangan warga yang diduga menyalahgunakan BBM. (Dok Humas Polresta Pontianak)
Foto: Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah meminta keterangan warga yang diduga menyalahgunakan BBM. (Dok Humas Polresta Pontianak)
Pontianak -

Belakangan ini, wilayah Kalimantan Barat diwarnai kepanikan masyarakat yang berujung pada antrean panjang di sejumlah SPBU. Kondisi ini turut memicu berbagai insiden dan tindakan kriminal di lapangan.

Peristiwa tidak hanya terjadi di Pontianak, tapi juga Kubu Raya. Hal ini membuat pemerintah daerah dan Pertamina harus turun tanngan mengatasinya.

5 Warga Ditangkap Usai Gunakan Tangki Siluman

Keresahan mulai muncul ketika aparat kepolisian mendapati adanya praktik kecurangan distribusi BBM. Sebanyak lima orang warga Pontianak ditangkap karena terbukti membeli BBM jenis Pertalite menggunakan mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi (tangki siluman).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Praktik penimbunan semacam ini disinyalir menjadi salah satu pemicu cepat habisnya kuota BBM harian di SPBU. Kelima orang itu diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Pontianak Selatan pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Imam Bonjol, Gang Haji Ali, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Transfer BBM Ilegal di Depan SPBU Kubu Raya

Meski sudah ada penindakan, peristiwa serupa ternyata masih terjadi. Pada Kamis (19/3/2026), polisi kembali menangkap seorang pria di Kabupaten Kubu Raya. Pria tersebut tertangkap basah sedang memindahkan atau mentransfer BBM dari tangki silumannya persis di area depan sebuah SPBU.

"Pelaku diamankan saat melakukan aktivitas pemindahan atau penyalinan BBM dari kendaraan ke sejumlah jeriken di depan SPBU Sungai Ambawang," kata Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Reyden Fidel Armada.

Warga Antre Bawa Sajam

Jumat (20/3/2026), panjangnya antrean dan cuaca yang memicu emosi membuat situasi di salah satu SPBU di Kubu Raya memanas. Kepolisian harus turun tangan melerai dan mengamankan lokasi setelah diketahui ada seorang warga yang nekat membawa senjata tajam (sajam) di tengah-tengah antrean pembeli BBM.

Polisi menjelaskan, insiden tersebut dipicu karena warga saling berebut masuk ke SPBU untuk mendapatkan BBM, sehingga memicu cekcok di lokasi.

"Ketegangan dipicu karena rebutan masuk ke SPBU," kata Kapolsek Sungai Kakap, Dolas Zimmi Saputra Nainggolan melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap, Adrianus Ari.

Pembeli Pingsan Usai Antre Sejak Subuh

Kerasnya perjuangan warga mendapatkan bahan bakar juga memakan korban fisik. Pada Jumat siang, dilaporkan seorang ibu jatuh pingsan di area SPBU Siantan Hilir, Pontianak.

Korban kelelahan diduga sudah ikut mengantre BBM bersama warga lainnya sejak waktu subuh.

"Yang pingsan ibu-ibu. Dia mungkin sudah mengantre dari subuh. Soalnya saya ada di belakangnya," kata seorang warga, Febri, yang datang sejak pukul 05.30 WIB.

Walkot-Pertamina Turun Tangan

Menyikapi rentetan kejadian dari antrean panjang, kepanikan warga, hingga tindakan oknum penimbun di Kalimantan Barat, pihak Pertamina menegaskan bahwa pasokan dan ketersediaan stok BBM di seluruh SPBU wilayah Kalimantan Barat sebenarnya dalam kondisi aman dan mencukupi.

Rentetan antrean ini lebih disebabkan oleh panic buying dan ulah pelangsir. Oleh karena itu, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan normal.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta SPBU untuk buka selama 24 jam. Pertamina juga diminta memasok BBM sebelum stok di SPBU kosong.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads