BRIN hingga BMKG Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

Nasional

BRIN hingga BMKG Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

Kanya Anindita Mutiarasari, Anisa Rizki Febriani - detikKalimantan
Rabu, 11 Mar 2026 16:39 WIB
Ilustrasi Rukyat Hilal
Ilustrasi hilal. Foto: Getty Images/JasonDoiy
Jakarta -

Idul Fitri atau Lebaran 1447 Hijriah semakin dekat. Muncul berbagai pertanyaan mengenai kapan Lebaran akan berlangsung, antara tanggal 20 atau 21 Maret 2026. Berikut prediksi tanggal Lebaran oleh BRIN dan BMKG.

Dilansir detikNews, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada 21 Maret. Prediksi ini berdasarkan pada perhitungan astronomi posisi hilal.

Menurut Thomas, posisi hilal pada Kamis (19/3) waktu magrib di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Adapun kriteria MABIBS sejak 2021/2022, awal bulan Hijriah ditetapkan jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fakta astronomi, pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, ditunjukkan pada kurva kuning yang melintasi Asia Tengah," jelasnya kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Berangkat dari kondisi tersebut, BRIN memprediksi 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, Thomas menegaskan bahwa keputusan tanggal Lebaran baru bisa dipastikan setelah sidang isbat.

"Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat," lanjutnya.

Thomas menambahkan bahwa ada kemungkinan perbedaan hasil jika menggunakan kriteria selain MABIMS, yakni menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Bila mengikuti kriteria KHGT, maka Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

"Sedangkan menurut kriteria KHGT (kurva ungu), posisi bulan telah memenuhi kriteria dan ijtima' telah terjadi sebelum fajar di Selandia Baru (ada catatan kecil di peta ini. Menurut kriteria KHGT 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026," terangnya.

Kemudian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang prakiraan hilal ketika matahari terbenam pada Kamis 19 Maret 2026 sebagai penentu Idul Fitri 1447 H. BMKG menggunakan data-data hilal atau hasil hisab saat matahari terbenam sebagai dasar yang bisa digunakan dalam pelaksanaan rukyat atau observasi hilal.

Dikutip detikHikmah dari situs resmi BMKG, diperkirakan konjungsi (ijtimak) terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23.23 WIB, 09.23.23 WITA dan 10.23.23 WIT. Konjungsi merupakan peristiwa ketika posisi Bulan dan Matahari dalam bujur ekliptika jika dilihat dari pusat Bumi. Hal ini jadi penanda pergantian bulan dalam kalender Hijriah.

Kemudian, BMKG menyebutkan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia. Pengamatan hilal pun dapat dilakukan setelah Magrib pada 19 Maret 2026.

"Periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya (awal Bulan Ramadan 1447 H) hingga konjungsi yang akan datang (awal Bulan Syawal 1447 H) adalah 29 hari 13 jam 22 menit. Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizon teramati," tulis BMKG dalam situs resminya.

Menurut laporan BMKG, waktu Matahari terbenam di wilayah Indonesia pada 19 Maret 2026 adalah pukul 17.48.13 WIT di Waris, Papua untuk yang paling awal dan pukul 18.49.39 WIB di Banda Aceh, Aceh untuk yang paling akhir. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 19 Maret 2026 di seluruh wilayah Indonesia.

Secara astronomis, pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Syawal 1447 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam pada tanggal 19 Maret 2026. Sementara itu bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Syawal 1447 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 19 Maret 2026 tersebut.

Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 berkisar antara 0,91 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 3,13 derajat di Sabang, Aceh. Kemudian elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua sampai dengan 6,1 derajat di Banda Aceh, Aceh.

Dari data BMKG tersebut, ketinggian hilal maupun elongasi pada 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS. Artinya, berdasarkan data BMKG tersebut maka bulan Ramadan akan digenapkan 30 hari dan Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Baca selengkapnya di sini dan di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Suasana Arus Balik di GT Tol Cikampek Utama Malam Ini"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads