Tidak terasa kita akan memasuki 10 malam terakhir di bulan Ramadan 1447 Hijriah. Di momen ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Selama Ramadan, ada banyak amalan yang bisa dilakukan untuk meraih pahala dan keberkahan, seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, memperbanyak zikir, hingga melaksanakan salat malam.
Ketika memasuki sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus dengan meningkatkan ibadah secara lebih sungguh-sungguh dibandingkan malam-malam sebelumnya.
Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbanyak doa, terutama memohon ampunan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam tersebut adalah doa yang diajarkan langsung Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah ra.
Doa Mohon Ampunan di 10 Malam Terakhir Ramadan
Berikut doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī
Artinya: Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.
Doa ini berasal dari hadis riwayat At-Tirmidzi ketika Sayyidah Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang menjumpai malam Lailatul Qadar.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Artinya: Dari Aisyah, ia berkata, 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui di malam apa Lailatul Qodar itu, apa yang aku ucapkan di malam tersebut?' Beliau menjawab, 'ucapkanlah Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī' (ya Allah, sesungguhnya engkau maha pemaaf nan mulia yang suka memaafkan, maka maafkanlah aku)" (H.R. At-Tirmidzi).
Dikutip dari Pusat Pembinaan Agama Universitas Brawijaya, para ulama menjelaskan bahwa doa ini memiliki makna yang sangat dalam. Kata 'afwun dalam doa tersebut berarti penghapusan dosa hingga benar-benar hilang tanpa bekas. Hal ini berbeda dengan kata maghfirah yang lebih menekankan pada makna menutup dosa agar tidak terbongkar.
Karena itu, memohon 'afwun kepada Allah pada malam Lailatul Qadar dianggap sangat tepat. Sebab malam tersebut merupakan malam ketika berbagai ketentuan kehidupan ditetapkan oleh Allah untuk setahun ke depan.
Sebagaimana penjelasan Imam An-Nawawi:
قَالَ الْعُلَمَاءُ وَسُمِّيَتْ لَيْلَةُ الْقَدْرِ لِمَا يُكْتَبُ فِيهَا لِلْمَلَائِكَةِ مِنَ الْأَقْدَارِ وَالْأَرْزَاقِ وَالْآجَالِ الَّتِي تَكُونُ فِي تِلْكَ السَّنَةِ كَقَوْلِهِ تعالى فيها يفرق كل أمر حكيم وَقَوْلِهِ تَعَالَى تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ ربهم من كل أمر وَمَعْنَاهُ يُظْهِرُ لِلْمَلَائِكَةِ مَا سَيَكُونُ فِيهَا وَيَأْمُرُهُمْ بِفِعْلِ مَا هُوَ مِنْ وَظِيفَتِهِمْ
Artinya: Para ulama berkata, dikatakan Lailatul Qodar karena pada malam itu ditulis takdir-takdir, rezeki-rezeki dan ajal-ajal untuk (dibawa) para malaikat yang akan terjadi pada tahun tersebut (setahun yang akan datang) sebagaimana (diisyaratkan) dalam firman Allah 'FIHA YUFROQU KULLU AMRIN HAKIM' (pada Lailatul Qodar itu ditetapkan semua perkara yang sempurna), dan firman Allah, 'TANAZZALUL MALAIKATU WARRUHU FIHA BI IDZNI ROBBIHIM MIN KULLI AMRIN'. Maknanya, Allah menampakkan kepada para malaikat di malam itu perkara yang akan terjadi dan memerintahkan mereka untuk melakukan apa yang menjadi tugas mereka." (Al-Minhaj, Syarah An-Nawawi 'Ala Muslim, juz 8 hlm 57).
Selain itu, Al-Qur'an juga menjelaskan bahwa berbagai musibah yang menimpa manusia dapat terjadi karena dosa yang dilakukan. Namun Allah tetap memberikan ampunan kepada banyak hamba-Nya.
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Artinya: Musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan tangan kalian (sendiri), yakni dosa-dosa dan maksiat, dan Allah memaafkan banyak (dosa sehingga tidak dihukum)," (Q.S. Asy-Syuro: 30)
Simak Video "Video: Berlomba-lomba Meraih Berkah di 10 Malam Terakhir Ramadan"
(sun/des)