Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah. Hal ini karena pada malam-malam tersebut terdapat Lailatul Qadar, yaitu malam yang sangat mulia dan penuh keberkahan.
Namun bagaimana dengan wanita yang sedang haid? Mereka tidak boleh menjalankan sholat, puasa, hingga membaca Al-Qur'an. Apakah wanita haid tetap bisa meraih Lailatul Qadar?
Keutamaan Lailatul Qadar
Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Keutamaannya bahkan disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam QS. Al-Qadr berikut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya:
"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (3) Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan (4) Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."
Dikutip dari laman UM Surakarta, Dosen Ilmu Quran dan Tafsir Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, Alfiyatul Azizah mengatakan bahwa pada malam Lailatul Qadar Allah SWT menurunkan para malaikat ke bumi. Imam Al-Qurthubi menjelaskan para malaikat tersebut turun untuk mengamini doa-doa hamba yang memohon kepada Allah SWT.
Karena itu, salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada malam tersebut adalah memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah.
Mengenai kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi, tidak dijelaskan secara pasti dalam Al-Qur'an maupun hadis. Hikmahnya, yaitu agar umat Islam tetap bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir.
Meski demikian, terdapat hadis yang memberi petunjuk bahwa Lailatul Qadar kemungkinan berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
Artinya:
"Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Carilah lailatul qadr pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadan." (HR. Al-Bukhari).
Oleh karena itu, hendaknya kita menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan secara keseluruhan karena lailatul qadar bisa terjadi kapan saja sesuai ketentuan Allah SWT.
Apakah Wanita Haid Bisa Mendapat Lailatul Qadar?
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah perempuan yang sedang haid masih memiliki kesempatan mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar? Bagaimana jika perempuan tersebut di sepuluh malam terakhir Ramadhan berhalangan untuk beribadah di masjid karena haid?
Nah, masih banyak orang mengira bahwa hanya mereka yang melakukan salat malam atau i'tikaf di masjid saja yang bisa meraih keberkahan malam tersebut. Padahal anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Menurut Alfiyatul Azizah, kemuliaan Lailatul Qadar dapat diraih oleh siapa saja yang melakukan amal saleh pada malam tersebut, baik ibadah yang mensyaratkan suci maupun tidak.
Hal ini juga dijelaskan dalam riwayat yang dinukil oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Latha'iful Ma'arif. Ketika Juwaibir bertanya kepada Adh-Dhahhak tentang peluang perempuan haid, nifas, musafir, hingga orang yang tertidur untuk mendapatkan Lailatul Qadar, ia menjawab:
قَالَ جُوَيْبِرٌ: قُلْتُ لِلضَّحَّاكِ: أَرَأَيْتَ النَّفْسَاءَ وَالْحَائِضَ وَالْمُسَافِرَ وَالنَّائِمَ لَهُمْ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ نَصِيبٌ؟ قَالَ: نَعَمْ، كُلُّ مَنْ تَقَبَّلَ اللَّهُ عَمَلَهُ سَيُعْطِيهِ نَصِيبَهُ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya:
"Aku bertanya kepada Adh-Dhahhak: bagaimana pendapatmu tentang perempuan nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur, apakah mereka mendapat bagian dari Lailatul Qadar? Ia menjawab: ya, setiap orang yang amalnya diterima Allah akan diberi bagian dari Lailatul Qadar."
Artinya, perempuan yang sedang haid tetap memiliki peluang besar untuk mendapatkan keberkahan malam tersebut selama mereka tetap melakukan amal kebaikan.
Doa yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadar
Nahdlatul Ulama menjelaskan satu doa yang sangat dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA. Berikut adalah doanya:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
Artinya:
"Ya Allah, Engkau Maha Memberi Maaf dan menyukai pemberian maaf, maka maafkanlah aku."
Doa ini terdapat dalam sebuah riwayat ketika sahabat Rasulullah SAW bertanya-tanya kapan terjadinya lailatul qadr. Pertanyaan itu juga ditanyakan oleh Aisyah RA kepada Rasulullah SAW.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
"Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, ia berkata: Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadr, apa yang harus aku ucapkan pada malam itu?' Rasulullah menjawab: 'Ucapkanlah: Allahumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul-'afwa fa'fu 'anni.' (HR. at-Tirmidzi)."
Amalan untuk Wanita Haid saat Lailatul Qadar
Walau tidak bisa melaksanakan salat atau puasa, perempuan yang sedang haid tetap dapat melakukan banyak amalan yang bernilai ibadah. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan.
1. Memperbanyak Istighfar
Salah satu amalan yang dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah memperbanyak istighfar, terutama saat waktu sahur.
Di antara bacaan istighfar yang sangat dianjurkan adalah Sayyidul Istighfar:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin:
Allahumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ūdzu bika min syarri mā shana'tu, abū'u laka bini'matika 'alayya, wa abū'u bidzanbī faghfir lī, fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya:
"Ya Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau."
2. Bersedekah
Sedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Allah SWT berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya:
"Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba': 39)
Sedekah tidak selalu harus berupa uang. Memberi makanan berbuka, membantu tetangga, atau berbagi kepada orang yang membutuhkan juga termasuk sedekah.
3. Membaca dan Mendengarkan Al-Qur'an
Sebagian ulama memperbolehkan perempuan haid membaca Al-Qur'an dalam bentuk digital atau mendengarkan lantunan Al-Qur'an kemudian mentadabburinya.
Abdullah bin Mas'ud berkata:
تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلَاوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ
Artinya:
"Pelajarilah Al-Qur'an ini, karena kalian diganjar dengan membacanya, setiap hurufnya 10 kebaikan." (Riwayat Ad-Darimi).
Rasulullah SAW juga bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya:
"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya." (HR. Muslim).
4. Memperbanyak Zikir
Zikir termasuk ibadah yang sangat mudah dilakukan kapan saja, termasuk oleh perempuan yang sedang haid. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ إِلَّا كَفَّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya:
"Tidak ada seseorang di muka bumi yang mengucapkan 'La ilaha illallah, Allahu Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah' melainkan dosa-dosanya dihapus meski sebanyak buih di lautan." (HR. Ahmad).
5. Membantu Sesama
Amalan lain yang bisa dilakukan adalah membantu orang lain, seperti menyiapkan makanan sahur atau berbuka, membantu keluarga, atau meringankan beban orang lain.
Lailatul qadar yang menjadi malam penuh kemuliaan yang dinantikan setiap Muslim hendaknya diisi dengan banyak ibadah dan memanjatkan doa, tidak terkecuali bagi perempuan yang sedang haid.
Mereka tetap bisa mendapatkan malam lailatul qadar tanpa berkurang sedikitpun keberkahan dan kebaikan di dalamnya. Karena pada akhirnya, yang dinilai oleh Allah SWT bukan hanya jenis ibadahnya, tetapi juga keikhlasan dan kesungguhan hati dalam beramal.
Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar, aamiin.
