Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam akan menyambut hari kemenangan, yaitu Idul Fitri. Menjelang akhir Ramadan, ada kewajiban yang tidak boleh dilupakan yaitu menunaikan zakat fitrah.
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi yang telah memenuhi syarat. Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik).
Perintah zakat disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur'an. Salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 43 di mana Allah SWT berfirman:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
Baca juga: Lafal Doa Nabi Yunus, Keutamaan dan Kisahnya |
Jenis-jenis Zakat
Dikutip dari situs UIN Siber Syekh Nurjari Cirebon, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal (zakat harta). Keduanya berbeda dari segi kewajiban, besaran, dan penyalurannya.
1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. Zakat ini bertujuan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari hal-hal yang kurang sempurna selama menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, zakat fitrah juga bertujuan membantu kaum fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.
2. Zakat Mal
Zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki seseorang setelah mencapai nisab (batas minimum harta) dan haul (masa kepemilikan satu tahun). Contohnya adalah zakat emas, perak, perdagangan, pertanian, dan lain sebagainya.
Baca juga: Kumpulan Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat |
Pentingnya Niat dalam Ibadah Zakat
Ketika melaksanakan suatu ibadah, niat merupakan unsur paling penting karena menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW berikut:
...إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan... (HR. Bukhari no. 1)
Karena itu, dalam zakat fitrah, niat adalah hal penting yang harus ada di dalam hati. Baik zakat fitrah maupun zakat harta memiliki dua syarat utama, yaitu:
- Berniat di dalam hati ketika mengeluarkan zakat
- Memberikan zakat kepada orang yang berhak menerima zakat (mustahik), yaitu delapan golongan yang disebutkan dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60 (fakir, miskin, amil, mualaf, memerdekakan budak, orang berutang (gharimin), fisabilillah, dan ibnu sabil)
Bacaan Niat Zakat Fitrah
Berikut bacaan niat zakat fitrah lengkap dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya, seperti yang dijelaskan oleh Majelis Ulama Indonesia.
1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'âlâ.
2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujatii fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'âlâ.
3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an waladii ... fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku.... (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'âlâ.
4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an bintii ... fardhan lillaahi ta'aalaa
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku.... (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'âlâ.
5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'anni wa 'an jamii'i ma yalzamunii nafaqaatuhum syar'an fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta'âlâ."
6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (.....) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an (...) fardhan lillaahi ta'aalaa
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk... (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta'âlâ.
Doa Saat Membayar Zakat
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menganjurkan agar seseorang membaca doa berikut ketika menunaikan zakat:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka antas samii'ul 'aliim.
Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2]: 127).
Doa Saat Menerima Zakat
Bagi penerima zakat (mustahik), dianjurkan membaca doa berikut:
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
Aajarakallahu fiimaa a'thaita, wa baaraka fiimaa abqaita wa ja'alahu laka thahuuran
Artinya: Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.
Simak Video "BAZNAS RI Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 2024 Rp 45 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/des)
