Doa adalah salah satu bentuk ibadah yang paling sederhana yang bisa dilakukan semua orang untuk memohon kepada Tuhan. Sebagai seorang muslim, doa menjadi bentuk memohon akan harapan, permohonan, serta berbagai keluh kesah kepada Allah SWT.
Di sini doa bukan hanya sekadar ucapan dari mulut saja, melainkan bentuk ketundukan dan pengakuan bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Tidak hanya untuk kehidupan di dunia, seorang muslim juga dianjurkan untuk selalu memohon keselamatan di akhirat. Sebab kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat bersifat kekal.
Oleh karena itu, doa yang dipanjatkan sebaiknya mencakup kebaikan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat. Selain itu, Islam juga mengajarkan agar doa dipanjatkan dengan adab yang baik, niat yang tulus, serta pada waktu-waktu yang dianjurkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini detikKalimantan merangkum kumpulan doa keselamatan dunia dan akhirat yang bisa diamalkan sehari-hari, sebagaimana yang dijelaskan Quran NU.
Doa Perlindungan dari Berbagai Bencana
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا
Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hadmi, wa a'ûdzu bika minat taraddî, wa a'ûdzu bika minal gharqi wal ḫarîqi, wa a'ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu 'indal mauti, wa a'ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a'ûdzu bika an amûta ladîghan
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.
Doa Saat Disergap Galau dan Susah
اَللّٰهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ، فَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ
Allâhumma raḫmataka arjû, falâ takilnî ilâ nafsî tharfata 'ainin, ashliḫ lî sya'nî kullahu
Artinya: Ya Allah, kasih sayang-Mu kuharapkan. Maka dari itu, janganlah kau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap. Perbaikilah bagiku seluruh urusanku.
Doa Selamat Dunia Akhirat
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِيْ الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِيْ الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِيْ الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
Allâhumma innâ nas aluka salâmatan fid dîn(i), wa 'âfiyatan fil jasad(i), wa ziyadatan fil 'ilm(i), wabarakatan fir rizq(i), wa taubatan qablal maut(i), waraḫmatan 'indal maut(i), wa maghfiratan ba'dal maut(i). Allâhumma hawwin 'alainâ fî sakarâtil maut(i), wan najâta minan nâr(i), wal 'afwa indal hisâb(i)
Artinya: Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam beragama, kesehatan raga, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut. Berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat perhitungan amal.
Doa Selamat dan Tolak Bala
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ، اَللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْاٰخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَـــالَمِيْنَ
Allâhumma-ftaḫ lanâ abwâbal khair, wa abwâbal barakah, wa abwâban ni'mah, wa abwâbar rizqi, wa abwâbal quwwah, wa abwâbas shiḫḫah, wa abwâbas salâmah, wa abwâbal 'âfiyah, wa abwâbal jannah. Allâhumma 'âfinâ min kulli balâ'id dunyâ wa 'adzâbil âkhirah, washrif 'annâ bi ḫaqqil Qur'ânil 'azhîm wa nabiyyikal karîm syarrad dunyâ wa 'adzâbal âkhirah. Ghafarallâhu lanâ wa lahum bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn. Subḫâna rabbika rabbil 'izzati 'an mâ yashifūn, wa salâmun 'alal mursalîn, wal ḫamdulillâhi rabbil 'âlamîn
Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur'an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.
Doa Saat Tertimpa Musibah
إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اَللّٰهُمَّ أَجِرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji'un(a). Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ
Artinya: Sungguh kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.
Doa Terhindar dari Kezaliman
عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَاۚ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ، وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
'alallâhi tawakkalnâ, rabbanâ lâ taj'alnâ fitnatal lil-qaumidh-dhâlimîn, wa najjinâ biraḫmatika minal-qaumil-kâfirîn(a)
Artinya: Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir. (QS Yunus: 85-86)
Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa
Selain membaca doa-doa keselamatan, kita juga dianjurkan untuk memanjatkan doa pada waktu-waktu yang diyakini sebagai waktu mustajab atau waktu yang lebih besar peluangnya untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Dikutip dari detikHikmah, berikut beberapa waktu mustajab untuk berdoa dalam Islam:
1. Sepertiga malam terakhir
Waktu ini sering disebut sebagai waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa dan melaksanakan salat tahajud. Pada saat ini Allah membuka pintu rahmat-Nya bagi hamba yang memohon.
2. Saat berbuka puasa
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan ditolak oleh Allah.
3. Antara adzan dan iqamah
Waktu di antara azan dan iqamah merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.
4. Saat sujud dalam salat
Sujud adalah posisi seorang hamba paling dekat dengan Allah, sehingga sangat dianjurkan memperbanyak doa saat sujud.
5. Hari Jumat
Dalam hari Jumat terdapat satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, khususnya pada waktu setelah asar hingga menjelang magrib.
6. Ketika turun hujan
Turunnya hujan juga disebut sebagai salah satu waktu yang baik untuk memanjatkan doa.
Nah, dengan memanfaatkan waktu-waktu tersebut serta memanjatkan doa dengan penuh keikhlasan, diharapkan seorang muslim dapat memperoleh perlindungan, keselamatan, serta kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.
Simak Video "Bersenang-senang dan Piknik Kuliner di Pantai Kalimantan Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/aau)
